HETANEWS.COM

Wali Kota Tebingtinggi Sampaikan Keprihatinan Musibah Lombok dan Mataram

Wali Kota Tebingtinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan saat menghadiri kegiatan zikir akbar, di Masjid Agung, Jalan Yos Sudarso Tebingtinggi. (fot/fer/nal)

Tebingtinggi,hetanews.com- Mari kita satukan tekad untuk bersama-sama mempersiapkan diri, agar nantinya di akhirat, kita menjadi jauh lebih baik dari pada di dunia.     

Hal itu disampaikan Wali Kota Tebingtinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan, saat menghadiri zikir akbar dalam rangkaian peringatan hari jadi Kota Tebingtinggi yang ke 101 dan Hari Bhayangkara ke 72 serta Hari Adiyaksa ke 58, juga menyambut hari kemerdekaan RI ke 73, di Masjid Agung, Jalan Yos Sudarso Tebingtinggi dengan menghadirkan pentausyiah, Rektor Universitas Islam Sumatera Utara, Prof Dr KH Saidurrahman, Sabtu (11/8/2018).

Kegiatan ini turut dihadiri Kajari Tebingtinggi, Kasub Denpom, Ketua MUI, Kemenag, Kalapas, Ketua FKUB, Ketua Dewan Masjid Agung, Danramil 13 Tebingtinggi, para OPD dan Camat se Kota Tebingtinggi beserta ratusan masyarakat.

Wali Kota kembali mengatakan, bahwa kegiatan zikir akbar ini adalah untuk meminta rahmat dari Allah SWT agar kiranya memperhatikan dan mengabulkan doa kita.  

"Kita berharap, khususnya untuk Kota Tebingtinggi yang kita cintai ini dilindungi Allah SWT, jangan sampai musibah melanda kita serta menguji kita, karena pastinya akan sangat berat dan kita tidak akan sanggup untuk menerimanya,"ujar Umar.

Wali Kota juga menyampaikan rasa keprihatinanya dengan adanya musibah yang baru-baru ini menimpa daerah Lombok dan Mataram.

"Allah SWT sedang menguji saudara kita dan kita harus prihatin dengan kondisi saudara kita tersebut,"imbuhnya.  

Untuk itu, dia mengatakan, telah membuat edaran kepada seluruh kantor dan instansi Pemko Tebingtinggi agar turut tergerak untuk memberikan bantuan kepada saudara kita yang tertimpa musibah di Lombok dan Mataram.

Zikir akbar diwarnai pemberian bantuan dan santunan dari Pemko Tebingtinggi kepada para kaum duafa yang berjumlah 350 orang. (foto/fer/nal)

"Berapa yang mampu kita sumbangkan, maka sumbangkanlah karena Allah SWT tidak pernah menilai dari besar kecilnya pemberian itu, tapi dinilai dari keikhlasan kita,"sebut Umar Zunaidi.

Zikir akbar ini juga diwarnai dengan adanya pemberian bantuan dan santunan dari Pemko Tebingtinggi kepada para kaum duafa yang berjumlah sebanyak 350 orang.

Tebingtinggi,hetanews.com- Mari kita satukan tekad untuk bersama-sama mempersiapkan diri, agar nantinya di akhirat, kita menjadi jauh lebih baik dari pada di dunia.     

Hal itu disampaikan Wali Kota Tebingtinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan, saat menghadiri zikir akbar dalam rangkaian peringatan hari jadi Kota Tebingtinggi yang ke 101 dan Hari Bhayangkara ke 72 serta Hari Adiyaksa ke 58, juga menyambut hari kemerdekaan RI ke 73, di Masjid Agung, Jalan Yos Sudarso Tebingtinggi dengan menghadirkan pentausyiah, Rektor Universitas Islam Sumatera Utara, Prof Dr KH Saidurrahman, Sabtu (11/8/2018).

Kegiatan ini turut dihadiri Kajari Tebingtinggi, Kasub Denpom, Ketua MUI, Kemenag, Kalapas, Ketua FKUB, Ketua Dewan Masjid Agung, Danramil 13 Tebingtinggi, para OPD dan Camat se Kota Tebingtinggi beserta ratusan masyarakat.

Wali Kota kembali mengatakan, bahwa kegiatan zikir akbar ini adalah untuk meminta rahmat dari Allah SWT agar kiranya memperhatikan dan mengabulkan doa kita.  

"Kita berharap, khususnya untuk Kota Tebingtinggi yang kita cintai ini dilindungi Allah SWT, jangan sampai musibah melanda kita serta menguji kita, karena pastinya akan sangat berat dan kita tidak akan sanggup untuk menerimanya,"ujar Umar.

Wali Kota juga menyampaikan rasa keprihatinanya dengan adanya musibah yang baru-baru ini menimpa daerah Lombok dan Mataram.

"Allah SWT sedang menguji saudara kita dan kita harus prihatin dengan kondisi saudara kita tersebut,"imbuhnya.  

Untuk itu, dia mengatakan, telah membuat edaran kepada seluruh kantor dan instansi Pemko Tebingtinggi agar turut tergerak untuk memberikan bantuan kepada saudara kita yang tertimpa musibah di Lombok dan Mataram.

"Berapa yang mampu kita sumbangkan, maka sumbangkanlah karena Allah SWT tidak pernah menilai dari besar kecilnya pemberian itu, tapi dinilai dari keikhlasan kita,"sebut Umar Zunaidi.

Zikir akbar ini juga diwarnai dengan adanya pemberian bantuan dan santunan dari Pemko Tebingtinggi kepada para kaum duafa yang berjumlah 350 orang.

Penulis: tim. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan