Mon 22 Oct 2018

Ini Ibu yang Membuang Bayi di Dapur Rumah Warga

Polisi menginterogasi ibu yang membuang bayinya di dapur rumah warga. (google)

Blitar, hetanews.com - Kurang dari 24 jam, Satreskrim Polresta Blitar menemukan ibu yang meninggalkan bayinya di dapur salah satu warga. Wanita tersebut tak lain adalah istri penemu bayi, Suwarso (43). 

Adalah Yenik Sofariana. Perempuan berusia 34 tahun inilah yang tega meninggalkan bayinya dalam kondisi tanpa selimut dan kedinginan. Kursi kayu di dapur rumah mertuanya, menjadi saksi Yenik menaruh bayi yang dilahirkan, Jumat (10/8/2018) sekitar pukul 01.00 WIB. 

Fakta ini terungkap, saat polisi memeriksa pasangan penghuni rumah di Jalan Sulawesi, RT/RW 01, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, tempat bayi dilaporkan ditemukan. 

"Dalam pemeriksaan, istri Suwarso yakni Yenik, mengakui jika itu bayi yang baru dilahirkan Jumat dinihari. Untuk menguatkan pengakuan itu, Yenik kami bawa ke RS Bhayangkara Kediri. Dan ternyata benar, perempuan ini usai melahirkan," jelas Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono kepada wartawan, Sabtu (11/2018).

Namun karena kondisi rahimnya belum bersih, polisi membawanya ke RSUD Mardi Waluyo untuk mendapat perawatan intensif. Menurut Heri, saat ini penanganan lebih diutamakan untuk kesehatan ibu dan bayinya. 

"Penanganan utama kami adalah kesehatan ibu dan bayinya. Karena dalam rahim Yenik masih tersisa plasenta yang harus segera dibersihkan. Kondisi Yenik sendiri sangat lemah. Jadi sekarang ibu dan bayi dalam perawatan intensif di RS Mardi Waluyo," imbuh Heri. 

Penemuan bayi berkulit bersih itu mengegerkan warga Blitar, Jumat (10/8/2018) pagi. Bayi ditemukan Suwarso (43) di atas kursi kayu sebelah kanan tungku di dapurnya. Kondisi bayi kedinginan, karena hanya beralaskan sehelai handuk. Tak sehelai benang pun menutupi tubuhnya yang masih biru. Suwarso pun berinisiatif membawanya ke Puskesmas Sananwetan. 

Bayi berjenis kelamin perempuan itu memiliki berat 27 ons, panjang 48 cm. Tim medis Puskesmas Sananwetan menyatakan kondisi suhu tubuh bayi di bawah normal. Pemeriksaan darah menunjukkan leukositnya tinggi sehingga perlu segera diberi antibiotik. Mereka lalu merujuknya ke RS Mardi Waluyo Kota Blitar.

"Kami amankan satu buah handuk warna putih dan tali pusar bayi sebagai barang bukti. Pemeriksaan akan dilanjutkan, jika kondisi kesehatan ibunya kembali normal," pungkas Heri.

 

 

 

 

 

 

sumber: detik.com

Penulis: -. Editor: anto.