Sat 15 Dec 2018

Terbang ke Dubai Bersama Putrinya, Wanita Asal Inggris Dipenjara Gara-gara Pesan Segelas Wine

Duba9i, hetanews.com - Ellie Holman melakukan perjalanan ke Dubai bersama putrinya, Bibi. Namun, setelah mendarat ia ditangkap karena mengonsumsi alkohol pada penerbangan Emirates.

Wanita asal Inggris mengatakan dia dipenjara bersama putrinya yang masih kecil akibat memesan segelas wine di penerbangan.

Menurutnya putrinya ketakutan saat ditahan di Dubai setelah perjalanan delapan jam dari London. Petugas yang menahannya juga disebutkan dilarang menghubungi keluarganya termasuk sang suami.

"Putri kecil saya harus ke toilet di sel tahanan. Saya belum pernah mendengar dia menangis sebelumnya seperti yang dia lakukan di dalam sel," kata Ellie seperti dikutip TribunTravel.com dari laman Metro.

"Paspor saya tetap disita sampai kasusnya selesai, kemungkinan akan memakan waktu satu tahun."

Dia menjelaskan mendapat kerugian puluhan ribu Pound sterling. Menurutnya tabungannya sudah habis untuk mengurus berbagai biaya saat berada di sana.

Ellie menjelaskan insiden itu dimulai setelah ia turun dari pesawat untuk diberitahu bahwa visanya tidak sah. Visanya hanya berlaku untuk satu kali perjalanan.

Namun, Holman mengklaim bahwa dia telah menggunakan visa pada beberapa kunjungan lain ke Dubai. Jadi ia berpikir visa tersebut masih berlaku. Kemudian ia diberitahu untuk membeli tiket pulang ke London pada hari yang sama. Ellie Holman juga memohon kepada petugas untuk mengajukan visa baru di bandara karena putrinya kelelahan,

Namun, permintaan tersebut ditolak. Dia kemudian ditanya apakah dirinya telah minum alkohol. Ellie Holman pun menjawab diberi segelas anggur di penerbangan. Petugas imigrasi memberitahunya bahwa kepemilikan alkohol, bahkan jika dikonsumsi, adalah kejahatan.

Dia kemudian ditangkap dan dibawa ke sel. Suaminya, Holman mengatakan panik istrinya ditahan di Dubai. Ia tahu istri dan anaknya ditahan dari teman-temannya. Akhirnya Holman pergi ke Dubai.

Ia hanya boleh membawa pulang BIbi ke London sementara istrinya harus tetap di Dubai hingga kasusnya selesai. LSM hak asasi di Inggris mengatakan Uni Emirat Arab 'sengaja' menyesatkan pengunjung dengan konsumsi alhokol.

'Ini dicontohkan oleh bar di bandara, hotel, restoran dan klub yang menyajikan minuman alhokol . Wisatawan tidak dapat disalahkan karena percaya bahwa Emirat toleran terhadap kebiasaan minum Barat tetapi ini jauh dari kenyataan," ungkap ketua hak asasi manusia Inggris di Dubai, Radha Sterling.

"Benar-benar ilegal bagi setiap turis untuk memiliki tingkat alkohol dalam darah mereka. Adalah ilegal untuk mengkonsumsi alkohol di sebuah bar, hotel dan restoran dan jika mereka melawan akan di penjara," tambahnya.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.