Mon 22 Oct 2018

Hasil Panitia Hak Angket DPRD Siantar, Hefriansyah Dimakzulkan

Wali Kota Siantar, Hefriansyah (mengenakan topi) dan Wakil Wali Kota, Togar Sitorus saat menghadiri acara desk pilkada, di ruang data Balai Kota Siantar, 26 Juni 2018, lalu.

Siantar,hetanews.com- Hasil pembahasan Panitia Hak Angket DPR atas dugaan penistaan etnis Simalungun, memutuskan Wali Kota Siantar, Hefriansyah untuk dimakzulkan atau diberhentikan dari jabatannya.

Hal itu tertuang dari laporan hasil kinerja Panitia Hak Angket dalam pembahasan terhadap penistaan etnis Simalungun. 

Dugaan penistaan itu, berawal saat Pemerintah Kota (Pemko) Siantar mengeluarkan tampilan design brosur HUT Kota Siantar ke-147, pada April 2018, lalu. Dalam design tersebut, tercantum gambar rumah adat Simalungun yang tidak sesuai dengan gambar aslinya.

Kemudian lembaga pemangku adat dan cendikiawan Simalungun serta elemen dan institusi organisasi Simalungun, merasa sakit hati, tercederai dan terhina atas perbuatan kebijakan Wali Kota. 

Dalam fakta-fakta temuan Panitia Hak Angket, diketahui tidak adanya niat baik dari Pemko Siantar untuk duduk bersama atau mengundang etnis Simalungun untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Hasil kesimpulan Panitia Hak Angket DPRD Siantar ini akan disampaikan lewat rapat paripurna DPRD Siantar yang dijadwalkan, pada Senin, 13 Agustus 2018.

Penjadwalan itu diputuskan lewat Badan Musyarah DPRD  Siantar, Jumat (10/8/2018).

Setelah rapat paripurna dibuka, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan hasil kesimpulan atas dugaan penistaan etnis Simalungun oleh Panitia Hak Angket.

Setelah itu, dijadwalkan agenda pendapat akhir fraksi DPRD Siantar, permintaan persetujuan, pembacaan keputusan DPRD Siantar dan penutupan rapat paripurna, pada Senin, 20 Agustus 2018.

"Senin depan akan digelar sidang paripurna. Kalau hasilnya, Mahkamah Agung akan menguji,"kata Marulitua Hutapea.

Penulis: gee. Editor: gun.