Wed 27 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Terkait Dugaan Penistaan Etnis Simalungun, MUI Siantar Ada Permintaan

H Muhammad Ali Lubis.

Siantar,hetanews.com- Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Siantar, H Muhammad Ali Lubis, meminta DPRD Siantar agar menyelesaikan dugaan penistaan etnis Simalungun , diselesaikan dengan duduk bersama. 

MUI juga meminta DPRD untuk mempertimbangkan hasil kesimpulan Panitia Hak Angket DPRD atas penyelidikan dugaan penistaan etnis Simalungun oleh Wali Kota Siantar, Hefriansyah.

H  Muhammad Ali Lubis, menyampaikan, pihaknya  telah melayangkan surat permohonan itu ke DPRD Siantar, pada Jumat (10/8/2018).

Menurutnya, Wali Kota Siantar  telah menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan dan kesalahan aparat pemerintahan yang kurang memahami adat istiadat dan sosio kultural di Kota Siantar.

"Biar rukun terus menerus. Kita tau, kalau Siantar ini kota terukun se Indonesia. Jadi kita ke sana supaya tidak ada pemakzulan - pemakzulan kepada Wali Kota. Dilaksanakan lah secara duduk bersama,"katanya.

Ali Lubis menambahkan, kepada etnis Simalungun agar berbesar hati untuk menerima permohonan maaf yang disampaikan Hefriansyah. 

"Kita minta kepada teman-teman etnis Simalungun yang ada di Siantar agar berbesar hati dan mau duduk bersama dengan pemerintah untuk menyelesaikan permasalaham ini," katanya

Ia juga meminta agar masyarakat dan pemerintah aktif menjaga kerukunan keberagama suku, agama dan rasa yang ada di Kota Siantar. Dengan itu, jelas Lubis, kerukunan di Kota Siantar dapat terjalin dengan baik.

Penulis: gee. Editor: gun.