Mon 20 Aug 2018

Dinas ESDM Pemprovsu Diduga Ada Permainan Pengadaan Sumur Bor

Ilustrasi sumur bor. (Net)

Medan,hetanews.com- Daerah sulit air yang dilakukan melalui lelang terbuka  oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), diduga ada indikasi kecurangan dan persekongkolan.

Dikatakan  Horas Simanjuntak, Advokat dan Rekanan, “terdapat banyak keganjilan dalam penetapan pemenang lelang terbuka dalam proyek tersebut. Yaitu diadakannya pembuktian klasifikasi, sementara harga penyedia belum keluar,”ujarnya.

Adanya indikasi persekongkolan  ini, lanjut Horas Simanjuntak, dimana pemenang tender tersebut tidak dapat menghadirkan sertifikat keahlian. Dan diduga adalah pensiunan dinas terkait.

Dijelaskan Horas Simanjuntak, dirinya sudah melakukan pengajuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melakukan hingga harga terendah agar tidak terindikasi kecurangan, tapi tetap saja pihaknya dikalahkan.

“Ada apa semua ini dan kenapa tiba-tiba saja dikalahkan. Padahal, sudah melakukan kerja sama selama 4 tahun dengan ESDM Pemprov Sumut, tapi tetap saja kalah,”bebernya, Rabu (8/8/2018), lalu.

Proses tender pembangunan sarana air bersih, bersumber dari air tanah di daerah sulit air, Kelompok Kerja 025-PK Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemprovsu, pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut TA 2018, sampai saat ini sudah masuk kedalam tahap penetapan pemenang.

Sebagai bahan pertimbangan lainnya, diduga adanya persekongkolan antara PPK dengan Pokja dan pihak Penyedia tertentu, terang Horas Simanjuntak.

Ini dibuktikan dengan proses pelaksanan tahap pembuktian kualifikasi yang dilakukan, pada Jumat, 20 Juli 2018, lalu, pukul 13.30 WIB – 16.00 WIB, di Ruang Tamu Lantai Dasar Dinas ESDM Sumut.

Padahal, katanya, pokja belum mengumumkan ayau menayangkan harga penawaran dari penyedia. “Dari sini jelas sudah telah melanggar tahapan pelaksanaan tender,”terangnya.

Lebih lanjut, ujar Horas, dia menduga penyedia telah bersekongkol dengan PPK. Dimana pada saat pembuktian kualifikasi tenaga ahlinya, bahwa pihak penyedia yang melakukan persekongkolantidak memiliki SKA Geo Teknik dan hanya memiliki Ijasah Geologi dan diduga tenaga ahlinya berasal dari pensiunan Dinas ESDM Pemprov Sumut.

Dan dugaan kecurangan ini terjadi pada semua paket pengadaan sumur bor, di daerah sulit air.

Jika memang semua sarat dengan kecurangan, maka saya berharap agar dilakukan proses ulang dan pengajuan ulang. Saya berharap Kepala Dinas ESDM Pemprovsu, selaku pengguna anggaran (PA) dapat meninjau ulang semuanya dan melakukan tender ulang, ujarnya.

Saat ditemui hetanews.com, di kantornya, Horas Simanjuntak mengaku akan mengambil langkah untuk mengungkap kecurangan yang terjadi di Dinas ESDM melalui PTUN. Hingga berita ini diturunkan, belum ada perkembangan atas proyek lelang terbuka tersebut.

Penulis: david. Editor: gun.