HETANEWS

Lindungi Hak Anak, PKPA Ajak Petani Kelapa Sawit Lakukan Ini

Peserta pelatihan K3 berfoto bersama. (Ayu)

Langkat, hetanews.com - Sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor lapangan kerja yang relatif rentan terpapar resiko kecelakaan kerja. Karena itu, Yayasan PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak) bekerjasama dengan ILO (International Labor Organization) melaksanakan pelatihan peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) melalui pendekatan integrasi partisipasi yang berorientasi aksi di Langkat, Sumatera Utara.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari  (4-5/8/2018) ini dihadiri 25 petani rakyat pemilik perkebunan kelapa sawit. Panitia mengundang pemateri seperti Ismail Marzuki (PKPA Medan), Irfan Afandi (ILO), Pipit Wahyuningsih (Balai K3 Provinsi Sumatera Utara) dan Rajani Lindung Sianturi (Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara). Keempat fasilitator menyampaikan berbagai materi terkait kesehatan keselamatan kerja (K3) dengan berbagai metode permainan yang menyenangkan.

Ismail Marzuki dari PKPA Medan memberikan materi. (Ayu)

Salah satu metode yang digunakan adalah word rally. Dimana peserta diminta menuliskan berbagai potensi bahaya dan resiko kecelakaan yang mungkin mereka alami selama bekerja. Peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok harus menulis jawaban secara bergantian. Metode ini sangat efektif dalam memberi pemahaman awal kepada peserta pelatihan terhadap pentingnya keselamatan kerja, bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk keluarga.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, saya menyadari bahwa keselamatan adalah hal yang paling utama. Jika saya kecelakaan, maka saya tidak bisa bekerja dan hal ini akan berpengaruh terhadap keluarga saya. Karena tidak akan ada orang yang akan menafkahi mereka,” Ujar Eri Murianto, salah satu peserta pelatihan.

Keumala Dewi selaku Direktur Eksekutif PKPA dalam sabutan pembukaan kegiatan pelatihan menyatakan, selain mengurangi jumlah kecelakaan kerja di sektor perkebunan, pelatihan juga untuk meningkatkan kesadaran petani sawit tentang keselamatan dan resiko penyakit jangka panjang yang mungkin akan timbul beberapa tahun ke depan. Pelatihan akan dilanjutkan dengan monitoring secara berkala yang akan dilakukan kepada para peserta yang telah memperoleh penguatan kapasitas.

Manfaat lain dari pelatihan adalah untuk anak yang rentan menjadi pekerja karena menggantikan tanggung jawab orang tuanya. Termasuk bahaya penempatan peralatan kerja yang aman dari jangkauan anak. Maka pelatihan K3 ini bukan hanya mengedukasi petani untuk berhati hati di tempat kerja, namun juga di rumah dan di masyarakat.

Pada sesi penutup, peserta diminta menyusun rencana aksi sederhana terkait perbaikan-perbaikan situasi kerja dan K3 baik di area rumah tangga maupun perkebunan sawit yang mereka miliki. Dengan demikian akan menjadi kumpulan praktik-praktik baik yang dapat direplikasi oleh petani lainnya.

Penulis: ay. Editor: anto.