HETANEWS

Polda Sumut Tangkap Kapal Penangkap Ikan Ilegal di Perairan Bagan Kuala

Kapal penangkap ikan tidak mengantongi izin dan dokumen resmi, diamankan polisi di perairan Bagan Kuala, Selasa (7/8/2018), lalu. (foto/adr)

Medan,hetanews.com- Dit Pol Air Polda Sumut, berhasil menangkap sebuah kapal penangkap ikan tidak mengantongi izin dan dokumen resmi, di perairan Bagan Kuala, Selasa (7/8/2018), lalu. Selain kapal, petugas turut mengamankan dua orang tersangka.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (8/8/2018) malam, mengatakan, penangkapan terhadap kapal ikan tak berizin itu, berawal dari informasi dari nelayan Bagan Kuala dan nelayan Kerumbuk, bahwa ada kapal Pukkat Trawl dari Pagurawan sebanyak 80 unit. Kapal tersebut juga diduga alat tangkapnya tidak diizinkan atau tidak ramah lingkungan.

"Dengan adanya telepon/laporan dari masyarakat, Kasat Pol Air beserta 6 personil menindaklanjuti info dari nelayan Bagan Kuala dan Kerumbuk tersebut. Dengan menggunakan kapal patroli KP II 2029, berangkat dari dermaga Sat Pol Air, sekira pukul 10.00 WIB, di perairan Sergai, Kecamatan Tanjung Beringin," jelasnya.

Kapal Patroli kemudian memergoki sebuah kapal jenis pukat trawl yang sedang menarik pukatnya. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan fakta, bahwa kapal pukat trawl menangkap terlalu ke pinggir 1/2 ml dari bibir pantai, sehingga hampir terjadi gesekan dan keributan di laut antara nelayan tradisional dan modern.

Selanjutnya petugas Ditpolair mengamankan 1 unit kapal pukat trawl tersebut, lalu dibawa ke mako Sat Pol Air beserta nakhoda dan ABK kapal.

"Kapal tersebut dinahkodai Mhd Irwan bersama 2 orang ABK, Syamsir dan Muhamad Maliki. Kapal tersebut menggunakan mesin dompeng Pk 30. Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan tidak ada ditemukan dokumen kapal satu pun,"ucapnya.

Selain itu, saat dilakukan penggeledahan terhadap kapal pukat trawl tersebut, ditemukan alat isap sabu yaitu kaca, jarum dan mancis, disimpan di kotak rokok, lalu dilakukan pemeriksaan, di kantong dan di badan tekong dan ABK, tidak ada ditemukan.

Dari keterangan ABK dan tekong yang menggunakan alat tersebut adalah nahkodanya saat malam sebelum melaut. Barang bukti yang ditemukan, 1 unit kapal tanpa nama, pukat hela dasar berpapan besi, ikan campur campur sebanyak 27,1 kg, baterai dan fiber.

"Para tersangka diduga melanggar pasal 9 ayat 1 subs psl 85 dari UU Perikanan no. 45 tahun 2009 tentang perubahan UU No 31 Tahun 2004. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mako Sat Pol Air untuk proses selanjutnya,"pungkasnya.

Penulis: adr. Editor: gun.