Sergai, hetanews.com – Kepala Desa Naga Kesiangan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Boimiin diduga melakukan mark up dalam penganggaran Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN untuk Tahun Anggara 2017.

Informasi dihimpun hetanews, sebagian anggaran yang dikucurkan 2017 itu diperuntukkan kegiatan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) sebesar Rp120 juta. Dimana direncanakan untuk pembuatan depot air minum, satu unit becak motor (betor) baru dan pembangunan ruangan untuk depot air minum. Namun fakta di lapangan, pembuatan depot air minum tidak beroperasi alias mangkrak. Demikian halnya betor yang ternyata bekas atau seken.

Hal itu seperti yang disampaikan warga Desa Naga Kesiangan berinisial WH. "Masa buat depot air segitu saja habis Rp120 juta? Sekarang depot air minum itu "mangkrak" dan becaknya pun bekas," ungkapkannya

Untuk mengomfirmasi dugaan mark up anggaran DD tersebut, hetanews menyambangi Kantor Kepala Desa (Kades) Naga Kesiangan, Selasa (7/8/2018) sekitar pukul 11:30 WIB. Namun Boimiin disebut sedang keluar. Kaur Pembangunan Desa Naga Kesiangan, Mhd. Yussuf pun enggan memberi tanggapan dan mengarahkan awak media ke pengurus BUMDes. "Tanya saja pada pengurus BUMDes atau kepala desa, kami tidak tau," ucap Yussuf.

Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kades Naga Kesiangan, Boimiin hanya menjawab singkat dan langsung memutuskan komunikasi. "Itu sudah datang orang kabupaten," ungkap Boimiin tanpa menyebut orang kabupaten yang dimaksud.