Mon 20 Aug 2018

Diduga Pungli Bedah Rumah, Rosa : 'Payah Kali Memang Orang Jalan Dalil Tani Ini'

Salah satu rumah yang telah dibedah dari program Bantuan Stimultan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (foto/hugs)

Siantar, hetanews.com- Program Bantuan Stimultan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, di Kota Siantar, disinyalir dipungli oleh oknum perangkat kelurahan. Hal itu terungkap dari sejumlah warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 109 rumah tidak layak huni di Kota Siantar yang mendapatkan bantuan bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ke-109 rumah tidak layak itu, telah dibangun di Kelurahan Tomuan, Kelurahan Banjar dan Kelurahan Martoba, Kota Siantar.

Di Kelurahan Tomuan, ada sebanyak 42 rumah tidak layak huni yang mendapatkan BSPS. Namun sangat disayangkan, oknum petugas perangkat kelurahan setempat, mengutip uang sebesar Rp.300 ribu sebagai uang tulis kepada 42 KK, sebelum bedah rumah dilakukan.

"Kami sudah bujuk 200 ribu aja. Tapi mereka paksa 300 ribu. Kalau kami gak kasih, nama kami nanti gak masuk bedah rumah. Dibilang orang itu, orang itu sudah cape mendata data rumah kami," ungkap Nurmala Tambunan (61), warga Tomuan.

Nurmala menceritakan, pengutipan itu dilakukan di Kantor Lurah Tomuan, pada Juni 2018, lalu, dan dihadiri sebanyak 42 KK, penerima bantuan bedah rumah. Saat itu, mereka terpaksa memberikan uang kutipan tersebut.

Rosa Sitepu dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tomuan, membantah adanya pengutipan. Ia selaku relawan yang melakukan pendataan menyampaikan, pihaknya malah membantu membuat surat dan mendata jumlah penerima bedah rumah.

Sitepu yang diwawancarai hetanews.com, Senin (6/8/2018), mengungkapkan, pada saat pendataan pihaknya mendapati sejumlah rumah yang tidak memiliki surat tanah. 

"Banyak rumah yang tidak lengkap suratnya. Ada yang ngontrak kan, ada yang tanah warisan yang dulu - dulunya gak punya surat. Jadi kita bagusin semua datanya, baru  kita kasih ke Tarukim, itu aja," paparnya.

Rosa juga memastikan, kalau bedah rumah itu gratis tanpa dipungut biaya.

"Saya jadi bingung, sudah dibangun rumahnya, kenapa ada lagi berita - berita seperti ini. Sementara kita membantu. Payah memang, kalau orang Jalan Dalil Tani itu, banyak orang Batak, payah kali memang jiwanya. Sementara saya mendata dan mengukur lahan itu, saya sudah capek, gak dipikirkan," ungkapnya.

Rosa menambahkan, pihaknya dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) hanya membantu untuk mendata rumah yang tidak layak huni, di Kelurahan Tomuan. Setelah data itu selesai dihimpun, kemudian diserahkan ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Siantar serta Kodim 02/07 untuk dibedah.

Penulis: gee. Editor: gun.