Sat 20 Oct 2018

NasDem Singgung Pemecatan Prabowo, Gerindra Meradang Ngomel-ngomel Beber Fakta Ini

Sekjen NasDem Johnny G Plate menyinggung rekomendasi Dewan Kehormatan Militer tentang pemecatan Prabowo Subianto dari TNI pada Mei 1998. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade angkat bicara dan menjelaskan soal pemecatan sang ketum itu.

Jakarta, hetanews.com - "Saya ingin jelaskan bahwa tidak ada namanya Dewan Kehormatan Militer, yang ada dewan kehormatan Perwira. Dan berdasarkan SKep Panglima ABRI No 838/1995 tentang Dewan Kehormatan Perwira, Panglima ABRI tidak punya wewenang membuat DKP untuk perwira tinggi," kata Andre.

Andre mengatakan Johnny salah bicara soal Dewan Kehormatan Militer. Saat itu, Prabowo dipecat melalui surat rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira.

Dia juga mengingatkan, pemberhentian Prabowo dari ABRI bukan karena tindakan melanggar hukum. Andre mengungkit peran Menko Polhukam Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI.

"Panglima ABRI hanya mempunyai modal untuk membuat DKP untuk perwira menengah. Lalu dalam DKP itu disebutkan minimal 3 orang harus berpangkat lebih tinggi dari terperiksa. Faktanya dalam DKP Pak Prabowo itu hanya satu yang lebih tinggi, yaitu KSAD Jenderal Subagyo," ujarnya.

"Ini menunjukkan DKP yang dibentuk Wiranto waktu itu adalah tindakan inkonstitusional yang melebihi wewenang sebagai Pangab demi ambisi pribadi untuk menyingkirkan Prabowo Subianto," imbuh Andre.

Dia meminta Johnny tak asal bicara jika tak tahu sejarah. Andre kemudian kembali menyinggung soal 'ajak berantem' Joko Widodo (Jokowi) kepada relawan yang jadi kontroversi.

 

sumber : beritaterheboh.com

Penulis: -. Editor: sella.