Mon 20 Aug 2018

Kapolres Simalungun Diminta Untuk Menyikapi Peristiwa Yang Menimpa Aiptu Mangarasa

Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan

Siantar hetanews.com- Dugaan kelalaian pihak RS Vita Insani dalam penangan pasien yang mengakibatkan meninggalnya Kanit Binmas Panei Tongah, Aiptu Mangasara Simbolon dinilai perlu ditindak lanjuti secara hukum.

Rumah Sakit, sebagai fasilitas layanan masyarakat wajib memberikan pelayanan untuk menyelamatkan nyawa pasien. 

"Agar tidak terulang lagi kejadian penelantaran pasien, maka Polres Simalungun sebaiknya menindak lanjuti persolan ini dengan meminta pertanggung jawabab rumah sakit," jelas Reinhard Sinaga, Sabtu (4/8).

Baca : Dirut RSVI Minta Persoalan SOP Tidak Ditindak Lanjuti Polres Simalungun

Menurut praktisi hukum ini, bila persoalan itu dibiarkan, maka pihak rumah akan mengaibakan kewajibanya sebagai fasilitas pelayanan masyarakat. 

Perlindungan hak pasien, jelas Sinaga, tercantum dalam Undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit serta Undang-undang No. 39 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Salah satu poin yang tercantum dalam Undang-undang tersebut, menggugat dan atau menuntut rumah sakit apabila diduga tidak memberikan pelayanan yang tidak sesuai standart. 

Gugatan itu, sambung Reinhard, dapat ditempuh secara pidana maupun perdata.

"Bila ini dibiarkan, bisa-bisa terjadi kepada masyarakat lainya, khususnya warga miskin. Mereka  akan sulit sekali mendapat akses kesehatan, karena bisnis kesehatan yang berorientasi uang. Kita khawatir penelantaran pasien semacam itu terulang lagi," ungkapnya.

Peristiwa meninggalnya Anggota Polisi Resort Simalungun di RS. Vita Insani belum lama ini, pernah dikeluhkan pihak keluarga korban. Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty juga menyayangkan peristiwa yang menimpa anggotanya itu.

Baca : Keluarga Alm Mangisara Sebut Lambannya Penanganan Rumah Sakit

Liberty bersama jajaran RS. Vita Insani akhirnya melakukan pertemuan pada (30/7/2018). Dari pihak manajemen rumah sakit dihadiri oleh Direktur Utama Alpin Hoza dan Direktur Keuangan & Umum, Leo Soe Nai serta Sarmedi Purba.

Pertemuan ini membahas Standar Operasional Prosedur (SOP) RS. Vita Insani saat melakukan pelayanan medis terhadap Mangasara Simbolon. 

Pihak RS. Vita Insani saat itu memohon kepada Polres Simalungun untuk tidak melanjutkan permasalahan SOP pasien, yang mengakibatkan meninggalnya Aiptu Mangasara.

Menanggapi hal demikian, Reinhard Sinaga menyarankan agar Polres Simalungun serius dalam menanggapi persoalan itu. 

"Ini masalah serius, menyangkut nyawa. Warga Siantar-Simalungun ini pasti mendukung Kapolres untuk melakukan upaya hukum. Untuk pengabaian pasien, tidak cukup kata kecewa. Ini harus disikapi supaya tidak terjadi lagi hal seperti ini," tegasnya.

Dari hasil pertemuan kedua belah pihak, yakni Polres Simalungun dan manajemen RS. Vita Insani waktu itu, disikapi dengan memberikan SP (Surat Peringatan) dan pemotongan upah kepada tenaga medis yang menangani Aiptu Mangarasa

Penulis: gee. Editor: tom.