HETANEWS

Pelaku Money Politic Pilkada Paluta Divonis 1 Kalender

Terdakwa menjalani persidangan. (foto/indra)

Padangdisimpuan, hetanews.com - Ramli Tanjung, terdakwa pelaku politik uang (money politic) dalam pelaksanaan Pilkada di Padanglawas Utara (Paluta) dihukum 12 bulan penjara dengan masa percobaan selama 24 bulan.

Menanggapi putusan atas pelaku money politik ini, Panwaslu Paluta menyatakan menghargai putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan. 

"Kita menghargai putusan pengadilan ini. Panwaslu Paluta telah melaksanakan tugasnya untuk penindakan terhadap pelaku pemberi imbalan uang untuk memilih calon tertentu," ucap Panggabean Hasibuan, salah seorang komisioner Panwaslu Paluta, Sabtu (4/8/2018).

Dia dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana yakni memberikan uang sebagai imbalan kepada warga secara langsung untuk mempengaruhi agar memilih calon tertentu pada Pilkada Paluta.

Putusan ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Hasnul Tambunan dalam persidangan yang digelar Jumat (3/8/2018) kemarin di PN Padangsidimpuan. Terdakwa juga dihukum untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta subsidair satu bulan kurungan.

"Dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalankan, kecuali kalau di kemudian hari ada perintah lain dalam putusan hakim bahwa terpidana sebelum waktu percobaan selama 24 bulan berakhir telah bersalah melakukan sesuatu tindak pidana," ucap Hasnul Tambunan dalam amar putusannya.

Majelis hakim juga menetapkan barang bukti 3 amplop warna putih berisikan uang kertas tukaran Rp 50 ribu dirampas untuk negara.

Sebelumnya, terdakwa dituntut dengan hukuman 48 bulan penjara dengan denda Rp 500 juta subsidair dua bulan kurungan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dia dinilai melanggar Pasal 73 ayat (4) UU Nomor 10 Tahun 2016 jo Pasal 187 A ayat (1).

Menyikapi putusan ini baik jaksa maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir. "Kami pikir-pikir yang Mulia," ucap JPU, Roy Tua Hakim

Sebelumnya Panwaslu Paluta menerima 7 laporan terkait pidana pemilu pada pelaksanaan pemilihan Bupati-Wakil Bupati Paluta. Namun hanya 1 perkara yang sampai ke Pengadilan.

Penulis: tim. Editor: sella.