Asahan,hetanews.com- Otak pelaku penusukan Ardi Simanjuntak (25), warga dusun VI, desa Sei Lama, kecamatan Simpang Empat Asahan, berhasil dibekuk tim Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan, pada 30 Juli 2018, lalu, di Medan. 

Kepada Hetanews.com, Kapolres Asahan, AKBP Yemi Mandagie, di press conference, mengatakan, kejadiaannya pada 8 Juli 2018, lalu, dimana korban ditusuk usai nonton hiburan keybord, pada acara hajatan, di salah satu rumah warga yang berada di dusun II, desa Pasiran, kecamatan Sei Dadap Asahan hingga terjadi keributan dan berakhir dengan hilangnya nyawa orang. 

"Pelaku ada empat orang. Jainuddi  Sirait sebagi pelaku penusukan telah kita bekuk, sementara Eko, Undang dan Iwan masih kita buru. Dan kejadian itu menimpa dua orang, yaitu, Ardi Simanjuntak tewas kena tusukan senjata tajam, sedangkan Willy Sumantri, mengalami luka - luka dan selamat, “ujar Kapolres Asahan, Kamis (2/8/2018).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Arif Batubara, melalui Kanit Jatanras, Ipda Khomaini, mengatakan, pengejaran otak pelaku penusuk Ardi, cukup licin, dimana pada 9 Juli 2018, tim jatanras bergerak ke Tebingtinggi, namun pelaku tidak ditemukan. 

Kapolres Asahan, AKBP Yemi Mandagi didampingi Kasat, Kasubag Humas dan Kanit Jatanras saat gelar press conference, di halaman Polres Asahan. (foto/heru) 

Lalu pada 18 Juli 2018, bergerak ke Belawan, dimana mendapat informasi keberadaan pelaku di kota itu, namun pelaku kembali lolos. Selanjutnya pada 19 Juli 2018, kembali bergerak menuju Sunggal di kota Medan dan melakukan penyelidikan selama 10 hari. 

Hingga dengan penyelidikan 10 hari, tim jatanras Polres Asahan, beserta tim Jatanras Polrestabes Medan dan Polsek Sunggal, berhasil membekuk Jainuddin Sirait, tepatnya tanggal 30 Juli 2018. 

"Saat kita bekuk, pelaku ini coba melawan, bahkan saat hendak dilakukan pengembangan, melakukan perlawanan dengan memukul petugas dan melarikan diri hingga diambil tindakan tegas dan terukur, ”ujar Kanit Jatanras. 

Sementara pelaku saat di press conference, mengaku kesal dengan kata - kata korbannya hingga terjadi perkelahian hingga hilangnya nyawa orang.  "Kesal bang dan saya menyesal, “ujarnya.

Baca Juga: Tewasnya Ardin, Papan Bunga Berdiri di Depan Polres, Ini Kata Kapolres Asahan

Atas perbuatannya, Jainuddin Sirait dijerat pasal 170 (2) ke 3e subs pasal 351 (3) KUHP, ancaman hukuman 12 tahun  penjara.

Diketahui, pada 8 Juli 2018, Polres Asahan menerima papan bunga dari keluarga korban dan masyarakat, di dusun VI, desa Sei Lama, kecamatan Simpang Empat yang isinya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan membekuk tersangka Jainuddin yang mana menurut informasi, sering membuat onar di desa itu.