HETANEWS

Satu Bulan Rusak, Sanimas di Gang Kiayi Tak Kunjung Diperbaiki

Pemukiman di Gang Kiayi. (foto/hugs)

Siantar,hetanews.com- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Siantar, Jekson Gultom, prihatin atas rusaknya pipa sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas), di Gang Kiayi, Kelurahan Bantan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Menurut Jekson, proyek pembangunan Sanimas itu seharusnya memililiki biaya perawatan.

"Kalau pipa itu rusak, kan ada biaya perawatanya. Harusnya itu diperbaiki secepatnya,"ungkapnya kepada hetanews.com, Kamis (2/8/2018).

Pipa sanitasi di Gang Kiayi itu pecah, serta bak kontrol penampung tinjanya (sepsitenk). Kejadian itu sudah berlangsung lebih kurang satu bulan. Akibatnya, setiap warga setempat terpaksa mengihirup bau tidak sedap.

"Setiap hari kami mencium bau kotoran, sesak juga. Apalagi  pipa menuju bak tempat penampungannya telah rusak, kotoran manusia bergelimpangan, menjadi pemandangan biasa di sini," keluh Wak Kumis, saat ditemui di lokasi, belum lama ini.

Sementara itu, Camat Siantar Barat, Syaiful Rijal menuturkan, setelah pembangunan proyek Sanimas itu selesai dikerjakan, biasanya dibentuk kelompok penerima manfaat. Yakni, masyarakat setempat.

Pemukiman di Gang Kiayi. (foto/hugs)

"Jadi biaya untuk pemeliharaanya, dari masyarakat itu sendiri. Artinya kan begini. Kalau pipa dirumah kita rusak, kan kita sendiri yang perbaiki. Seperti di Kelurahan Banjar, kalau di sana ada biaya pemeliharaanya dari warga itu sendiri," katanya.

"Biasanya saat serah terima (Sanimas) itu dibentuk kelompok masyarakat penerima manfaat dibuat dalam berita acara," ujarnya menambahkan. 

Baca Juga: Lokasi Sanimas Ditolak Warga, Ini Respon Camat Siantar Barat

Masih kata Syaiful, Lurah Bantan akan segera melakukan perbaikan atas kerusakan pipa Sanimas tersebut. Namun biaya untuk itu belum diketahui dari mana. 

"Tadi kata lurah, bakal diperbaiki. Tapi kalau untuk biayanya, prosesnya nanti bagaimana, saya kurang mengerti," ungkapnya.

Proyek pembangunan Sanimas di Gang Kiayi ini dikerjakan oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Prima Keadilan di Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, pada tahun 2017. Tidak lama setelah itu, pipa dan sepsitenknya pecah, mengakibatkan bau tak sedap, di pemukiman warga.

Penulis: gee. Editor: gun.