Siantar,hetanews.com- Proyek sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas), di Gang Andalas, Kelurahan Bantan, mendapat penolakan dari beberapa warga.

Alasannya, lokasi pembangunannya berdekatan dengan pemukiman penduduk.

Camat Siantar Barat, Syaiful Rijal, kepada wartawan, mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan kelurahan setempat, terkait penolakan proyek oleh beberapa warga setempat.

"Kalau ada yang keberatan, nanti dipindahkan titiknya,"katanya, Kamis (2/8/2018).

Menurut Camat, proyek itu hanya membangun bak kontrol penampungan tinja beserta pipa. Sementara, lokasi pembangunanya rawan longsor. 

"Makanya nanti akan disosialisasi ulang pembangunannya,"ungkapnya.

Warga keberatan atas  rencana Sanimas oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat Prima Keadilan, di Gang Andalas. Ada warga setempat yang khawatir jika pembangunan itu nantinya dapat mengancam kesehatan warga sekitar.

"Rencana nanti, kalau ini proyek ini jadi akan menampung kotoran 50 kepala keluarga yang ada disini. Padahal, seluruh warga setiap rumahnya sudah ada sanitasinya,"ujar Rahman Hadid Siregar.

Salah satu rumah yang berada di lokasi proyek Sanimas. (foto/hugs)  

Hadid khawatir rencana pembangunan sanitasi ini menjadi musibah besar bagi mereka. Apalagi, jelasnya, sanitasi dengan luas 12 meter itu rencananya akan dibangun tepat didepan rumahnya.

Baca Juga: Sedih, Warga jadi Korban Rusaknya Pipa Sanimas

"Bingung juga kita, kenapa harus dipaksakan membangun ini. Nggak bisa kubayangkan kalau ini jadi dibangun, pasti di rumah pun kita nggak betah. Belum lagi ancaman penyakit, karena yang ada didalam nantinya kotoran manusia,"ungkapnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Ahmad Mahmud. Ia bilang, rencana pembangunan sanitasi tinja ini dibangun tepat di belakang rumahnya.

"Sudah adanya semalam itu dibangun mereka sanitasi di lokasi ini, cuman sekarang sudah rusak. Akibatnya, kotoran manusia jadi berjatuhan sebelum menuju bak kontrolnya,"jelasnya.

"Apalagi pipa yang mereka buat hanya pipa biasa, sehingga bau tidak sedap menguap setiap hari," tuturnya menambahkan.

Rencana pembangunan infrastruktur Sanimas ini telah dirembukkan bersama pihak kelurahan dan mengundang warga sekitar. Namun ada warga menolak menghadiri pertemuan itu, dengan alasan tidak setuju dengan rencana proyek pembangunan tersebut.