HETANEWS

Parlin dan Amalia Sepakat Jual Sabu, Diancam 9 Tahun Bui

Kedua terdakwa diadili di PN Simalungun, minta hukuman diringankan. (foto/ayu)

Simalungun,hetanews.com- Dua terdakwa, Parlin (27) dan Amalia (19), warga yang sama, di Huta II Bahung Huluan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, masing-masing dituntut hukuman 9 tahun penjara oleh jaksa, Juna Karo Karo. Tuntutan itu dibacakan jaksa, Sari Rahmadani Lubis, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (1/8/2018).   

Keduanya disidangkan dalam berkas terpisah, sepakat menjual sabu. Anggota Polsek Serbelawan, lebih dulu menangkap Suwandi (disidang dalam berkas terpisah), di Simpang Dolok Tenera, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.   

Suwandi, mengaku membeli sabu seharga Rp.900 ribu dari terdakwa Parlin, melalui terdakwa Amalia, yang mengaku dititipi sabu oleh Parlin. Hingga Parlin pun berhasil ditangkap.  

Dari terdakwa Parlin, petugas menyita bukti transfer uang hasil penjualan sabu ke rekening atas nama Min Siong, pada rekening Bank BRI sebanyak 2 kali, masing-masing senilai Rp.1 juta.   

Jaksa menyatakan, barang bukti sabu, hp samsung dan bukti transfer dimusnahkan. Selain pidana penjara, kedua terdakwa didenda Rp.1 Miliyar subsider 6 bulan penjara.   

Secara lisan, kedua terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba, memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim dengan alasan menyesal. "Saya menyesal yang mulia, tolong ringankan hukuman saya,"kata terdakwa, secara bergantian, di persidangan.   

Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, majelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution, dibantu panitera, P Saragih, menunda persidangan hingga Rabu mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.