HETANEWS

Korban Pengeroyokan Anggota Paskibra Ungkap Kronologis Kejadian Sebenarnya

Jedesman Silalahi saat menunjukkan Surat Tanda Terima Laporan (STPL). (Foto/Hamza)

Siantar,hetanews.com - Korban pengeroyokan yang dilakukan anggota Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Jadesman Silalahi (24), ungkap kronologis kejadian yang dialaminya, saat ditemui di kediamannya, Selasa (31/07/218), di Jalan H Ulakma Sinaga Nomor 108, Kelurahan Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Jadesman mengatakan, bahwa kejadian yang dialaminya ketika menunggu penumpang  di Jalan Merdeka depan Siantar Plaza (SP).

" Sore lah kejadiannya itu, mereka (Anggota Paskibraka) berdiri berjejer di dekat halte Jalan Merdeka dan kami berhenti disamping halte dan ada mobil didepan kami berhenti dan si Roy Pakpahan yang bawak angkot Sinar Beringin," ujarnya ketika bercerita kepada wartawan.

Sebelum kejadian pengeroyokan tersebut yang dimana kondisi lalu lintas tengah macat dan Jadesman yang menjadi korban tengah berada di samping Roy Pakpahan yang menjadi supir.

" Memang pas lagi macet la dilokasi bang. Datang anggota Paskibraka yang baju loreng mengakatakan,'Woi.. maju'," ungkapnya menirukan suara dari anggota Paskibraka itu.

Setelah mereka memajukan angkot tersebut, teriakan dari anggota Paskibraka kembali mereka dengar.

" ' Woi angkot gak tahu kalian macet', dan itu dibilang mereka dengan suara yang besar. Merepet dan langsung memukul orang itu," terang korban.

Merasa dipukul, Jadesman mencoba melakukan perlawanan namun, saat dirinya hendak keluar dari angkot dihalangi halangi oleh anggota Paskibraka.

" Mau keluar aku kan, ku buka pintu dan disorongnya pintu dan ku tendang pintu baru lah aku bisa keluar," ujarnya.

Ketika terjadi pengeroyokan, Jadesman mengatakan kalau dirinya sempat ditolong oleh wanita yang bernama, Tirta Silaban dan melerai pengeroyokan tersebut.

" Ada turun si Tirta Silaban dari angkot dan melerai dan kena pukul pula lagi. Ditendang perutnya, aku dipukul didepan Siantar Plaza. Sempatnya aku lari, tapi dapat orang itu lagi, disitulah aku dikeroyok dan dipijak-pijak," ucapnya.

Lanjut Jadesman, setelah kejadian pengeroyokan tersebut, Hp miliknya tertinggal di angkot. Dia pun  memakai HP temannya untuk menelpon HP miliknya.

" Ku pakai lah HP kawan untuk nelpon HP ku, karena tinggal di angkot. Pas kutelpon si Roy Pakpahan yang mengangkat dan mereka bilang mereka sudah di Polres," ujarnya.

Ketika berada di Polres Siantar, Jadesman Silalahi mengatakan, mereka hanya bersikuku bedamai dengan Tirta Silaban, sementara ia sendiri tidak ditanya.

" Mereka bersikuku bedamai dengan Tirta Silaban, aku tidak ditanya orang itu dan si Tirta yang jadi korban meminta cicilan HP miliknya yang hilang dibayar 10 bulan saja dan cicilan satu bulan 50 ribu," ungkapnya.

Pada saat di Polres, mereka (Anggota Paskiraka) memberikan uang Rp 3 juta untuk perobatan untuk korban. Jedesman Silalahi lanjut mengatakan, bahwa ia baru bisa pulang kerumah sekitar jam 5 pagi.

" Jam 5 pagi lah aku sampai di rumah pulang dari Polres. Kalau Anggota Paskibraka jam 1, atau jam 2 pagi lah mereka sudah pulang," ujarnya.

Akibat pengeroyokan itu, Jadesman mengalami luka memar dibagian kepala dan jari.

" Kalau hasil visum ada luka di kepala, jari, sama mulut sempat berdarah," pungkasnya.

Penulis: tim. Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.