HETANEWS.COM

Di Humbahas Ada Bacaleg Mendaftar dari 2 Partai

Humbahas, hetanews.com - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, pentas politik di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali mendapat sorotan, hal ini disebabkan adanya satu orang Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yakni James Sinambela yang merupakan bacaleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) Satu mendaftarkan diri dari dua Partai yaitu Perindo dan Golkar.

Ketua KPUD Humbang Hasundutan (Humbahas) Leonard Pasaribu melalui komisioner Divisi Teknis, Deliani Saragih kepada wartawan melalui selulernya, membenarkan bahwa atas nama James Sinambela telah mendaftarkan diri sebagai bacaleg melalui dua partai politik (parpol).

“Ya benar, yang bersangkutan (James Sinambela-red) telah mendaftar ke KPUD Humbahas dari dua Parpol yang berbeda yakni Perindo dan Golkar,” terangnya.

Dia menambahkan, hal tersebut diketahui setelah verifikasi berkas pendaftaran bacaleg, tanggal 18-21 Juli.

“Melalui verifikasi berkas pendaftaran, pada tanggal 12 Juli, James Sinambela mendaftar melalui partai Perindo. Selanjutnya, pada hari terakhir  pendaftaran, tanggal 17 Juli, yang bersangkutan kembali mendaftarkan diri melalui partai Golkar,” jelasnya.

Deliani memaparkan dari hasil verifikasi tersebut, melalui partai Perindo, berkas atas nama James Sinambela sudah dinyatakan lengkap namun belum memenuhi syarat, Sementara melalui Golkar, berkas belum lengkap dan belum memenuhi syarat.  

Terkait satu nama bacaleg dalam dua parpol yang berbeda, pihaknya tidak melakukan klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan, namun melalui partai yang mendaftar ke KPU.

“Kita tidak ada urusan dengan James Sinambela, melalui verifikasi kita menyampaikan ke Parpol untuk kelengkapan berkas,” imbuhnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa satu nama dalam dua parpol itu sudah disampaikan ke KPUD Provinsi yang selanjutnya diteruskan ke KPU RI untuk disandingkan dengan data silon (sistem informasi pemilihan umum).

Sementara, Ketua DPD Perindo Humbahas, Guntur Sariaman Simamora kepada wartawan, menyesalkan sikap James Sinambela yang kembali mendaftar sebagai bacaleg dari partai Golkar.

“Kita sangat menyesalkan sikap saudara James Sinambela yang mendaftar sebagai bacaleg melalui Golkar. Padahal sebelumnya, tanggal 12 Juli 2018, kita sudah mendaftarkan yang bersangkutan sebagai bacaleg dari partai Perindo,” katanya.

Dengan sikap demikian, Guntur menuding bahwa, James Sinambela adalah seseorang yang tidak konsisten dengan pendirian. Sebab dalam tempo yang singkat, dia (James Sinambela) beralih ke partai yang lain tanpa memahami aturan. Sehingga pantas di diskualifikasi.

Lebih jauh, Guntur menjelaskan, bahwa pada hari terakhir proses pendaftaran, 17 Juli, tepatnya pada sore hari, James Sinambela datang ke kantor Perindo dan minta pengunduran diri.

“Sebagai partai peserta pemilu, kami tidak mengakomodir pengunduran diri itu. Karena, saat itu masih tahap pendaftaran bacaleg di KPU. Sementara berkas yang bersangkutan sebagai bacaleg sudah di sampai meja KPU. Dalam hal ini, kami tidak mau dirugikan. Karena dengan pengunduran diri pada proses pendaftaran, akan menciderai partai,” katanya.

Dia juga mengaku bukan tidak mau melepas James Sinambela dari Perindo namun perlu diketahui ada momen dan waktu tertentu untuk memberikan surat pemecatan atau pengunduran diri.

“Pada tahap pendaftaran bacaleg itu, kita tidak memberikan surat pengunduran diri. Dan kepada yang bersangkutan kita sampaikan, bahwa pengunduran diri bisa diproses pada tahap verfikasi bacaleg di KPU,” imbuhnya.

Ditanya bagaimana proses perekrutan bacaleg di internal Perindo, Guntur mengaku pihaknya hanya melakukan seleksi wawancara. James Sinambela juga bukan kader partai. Namun, jauh sebelum pendaftaran bacaleg, keduanya sudah sering membangun komunikasi hingga yang bersangkutan  mendaftar sebagai bacaleg Perindo.

Sementara, James Sinambela saat dikonfirmasi wartawan via selulernya, mengaku mendaftar sebagai bacaleg dari dua partai yang berbeda, yakni Perindo dan Golkar. Namun sebelum mendaftar melalui Golkar, dirinya mengaku sudah meminta pengunduran diri dari Perindo.

“Setelah mendaftar, kita banyak pertimbangan. Sebab Perindo partai baru di pemilu 2019. Menurut UU MD3, 4 persen tidak memenuhi di pusat maka partai tersebut tidak akan lolos. Itulah salahsatu dasar pertimbangan kita,” singkatnya seraya meyampaikan bahwa dirinya lagi dalam perjalanan.

Ketua DPD II Golkar Humbahas, Harri Marbun saat dikonfirmasi via aplikasi WhatsApp-nya justru mengaku bahwa James Sinambela sudah melewati proses perekrutan bacaleg di internal Golkar.

Tambahnya Perekrutan bacaleg di internal Golkar yakni, disadarkan pada integritas, ketokohan/popularitas di masyarakat, pengalaman yang dimiliki, kapasitas, pendidikan dan kesetiakawanan.

“Demikian pola penjaringan bacaleg di internal Golkar,” singkatnya. 

Penulis: rachmat. Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!