HETANEWS

10 Sindikat Narkoba Internasional Diangkut Polisi, 2 Ditembak Mati

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw memperlihatkan barang bukti sabu. (foto/Indra)

Medan, hetanews.com- Polda Sumut menggulung jaringan sindikat narkoba jaringan Internasional asal Malaysia yang bergerak di Sumatera Utara (Sumut). Dua dari 10 tersangka ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa 17 kg narkoba golongan I jenis sabu, 2 ribu butir pil ekstasi, handphone 15 unit, 2 unit kreta, 1 unit mobil, 3 tas ransel dan 1 pucuk senjata api (senpi).

"Bila barang bukti narkoba ini dirupiahkan, maka nominalnya mencapai 17,4 miliar rupiah. Selain itu, dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang dan 1 butir ekstasi untuk 1 orang, maka dapat menyelamatkan sebanyak 172 ribu anak bangsa," ungkap Waterpauw kepada awak media di Makobrimob Polda Sumut, Senin (23/7/2018).

Paulus memaparkan, penangkapan terdiri dari 6 kasus dengan lokasi berbeda. Awalnya, jelas Paulus, pada Kamis (19/7) sekitar pukul 07:00 WIB, personel Subdit I Direktorat Narkoba Polda Sumut menangkap 2 tersangka inisal M (20), warga Jalan Krung Panjo Desa Bugak Bieuren, Aceh dan DN (28), warga Desa Paya Bujok Langsa Aceh, di JalanKarya, Simpang Eka Rasmi, Kecamatan Medan Johor dengan barang bukti 2 Kg sabu dibungkus plastik teh China merk Guan Ying Wang. 

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat menanyai para tersangka. (foto/Indra)

Selanjutnya, pada Jumat (20/7), sekitar pukul 15:35 WIB penangkapan dilakukan terhadap MR (38), warga Jln Iskandar Muda, Banda Aceh, di Jalan Ngumban Surbakti Pasar 8 Kecamatan Medan Selayang. Dari MR ditemukan 5 Kg sabu dibungkus dengan plastik teh Guan Ying Wang.

"Dari keterangan M dan DN, didapati informasi bahwa D alias I akan menyerahkan sabu kepada pemesan lainnya. Setelah dilakukan pemantauan, D alias I diketahui menjumpai MR atas suruhan F (DPO).  Namun saat MR ditangkap, D alias I terlebih dahulu meninggalkan lokasi,"beber Waterpauw.

Masih Kapolda, pada Sabtu (21/7) sekitar pukul 02:35 WIB, petugas melakukan penangkapan di Jln Arteri Kualanamu, Deliserdang. Akan tetapi, tersangka AR (52) dan D alias I (31) melakukan perlawanan dengan senpi dan berusaha kabur dengan menggunakan mobil. Tak pelak, petugas menembak mati keduanya. "Dari keduanya juga didapati sebanyak 2 Kg sabu," ujar Waterpauw.

Sebelumnya, pada Kamis (19/7) sekitar pukul 17:00 WIB, polisi juga menangkap JJ (61), warga Jln Abadi, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, I (42), warga Jalan Perjuangan Gg Bersatu, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal dan DS (28), warga Jalan Setiabudi Gg Teratai, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal di Jalan Setiabudi Gg Kamboja, Perumahan Permata, Kecamatan Medan Sunggal. Dari ketiganya didapati 1 Kg sabu dibungkus teh warna hijau.

"Saat dilakukan pengembangan terhadap bandarnya B (DPO) di seputaran  Kampung Keling, JJ dan I berusaha melarikan diri. Tembakan peringatan 3 kali ke udara diikuti tembakan di kaki,"sebutnya. Berikutnya, pada Sabtu (21/7) sekitar pukul 18:59 WIB, petugas menangkap MMS (47), warga Dusun Sono, Desa Lalang, Batubara di Restoran A & W Jln AH Nasution, Kec Medan Johor. Darinya didapati 5  Kg sabu dibungkus teh Guan Ying Wang.

"Saat dilakukan pengembangan menuju Batubara, MMS berusaha melarikan diri sehingga dilumpuhkan  dengan tembakan di bagian kaki. Yang bersangkutan akan mengantarkan sabu itu ke calon penerima di Medan. Tersangka mengantarkan atas suruhan R (DPO) yang berada di Malaysia, yang sebelumnya dijemput  oleh A (DPO) di perairan Kuala Tanjung, Batubara," terangnya. Terakhir, tambah Paulus, pada Minggu (22/7) sekitar pukul 22:30 WIB, penangkapan dilakukan terhadap AN (48), warga Pasir Putih, Dusun Bambu, Kecamatan Medang Deras, Batubara di Jalan Acces Road, Sei Suka, Batubara.

Penangkapan hasil pengembangan MMS karena AN berperan  sebagai penjemput ke tengah laut. "Selanjutnya dari rumah MMS di Desa Lalang Dusun Mesjid, Batubara ditemukan 2 Kg sabu dan 2 ribu butir ekstasi,"tandasnya.

Penulis: tim. Editor: gun.