HETANEWS

Polisi Tanjungbalai Tembak Pemilik Sabu 3 Kg Jaringan Internasional

Kapolres AKBP Irfan Rifai didampingi Wakapolres Kompol Taryono Raharja saat menginterogasi tersangka. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai berhasil menggagalkan penyelundupan sabu 3 kilogram dengan meringkus 1 orang tersangka yang diduga sebagai pemilik barang haram tersebut .

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai dalam konferensi persnya kepada sejumlah wartawan , di depan Aula Gatra Mapolres setempat senin (23 /7/2018) menjelaskan, pengungkapan kasus ini berkat informasi yang diberikan masyarakat .

Berbekal informasi itu, Kapolres memerintahkan Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono untuk turun ke lokasi.

Sepasukan petugas bersenjata laras panjang dipimpin AKP Adi tiba di sebuah tangkahan pembuatan kapal di Dusun III, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan pada Sabtu (21/7/2017) sekira pukul 05.00 WIB. Petugas langsung berpencar mencari barang yang dicurigai tersebut.

Benar saja  tak berselang lama, petugas mendapati sebuah jerigen berwarna biru yang disembunyikan di dalam semak dan didalamnya diduga berisi sabu.

"Tiga bungkusan sabu disembunyikan di dalam jerigen dengan cara membuat lobang di bawahnya," ujar Irfan.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan tentang pemilik barang tersebut dan meringkus AS (55) sedang berdiri di pinggir jalan di Desa Bangun Sari, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

Tersangka yang ditembak petugas karena melarikan diri.(foto/ferry)

Setelah dilakukan penggeledahan badan terhadap warga Perumahan Pinang Hijau Blok B-1, Kelurahan Batu -IX, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota Pinang, Provinsi Kepulauan Riau itu, di kantong celana sebelah kanan ditemukan sebuah botol kaca ukuran kecil yang didalamnya berisi sabu seberat 6,72 gram.

Lanjut Irfan, petugas membawa tersangka ke tempat semula penemuan jerigen tersebut. Dan setelah diteliti bungkusan dengan kode 01, tersangka mengakui, barang itu miliknya dan dibawanya dari Malaysia bersama temannya berinisial ZA (DPO).

"Saat akan dilakukan pengembangan terhadap  ZA, tersangka AS coba melarikan diri walaupun dengan tangan digari. Tersangka tidak mengindahkan tembakan peringatan yang diletuskan polisi. Akhirnya tersangka terkena tembakan pada kaki sebelah kanan," ujar Kapolres.

Kepada petugas, tersangka mengakui barang haram itu merupakan milik warga negara Malaysia dengan panggilan Pak Tam dan rencananya akan di hantar ke Medan. Dirinya sendiri akan mendapat upah Rp 36 juta apabila berhasil mengantarkan barang itu.

Kini polisi masih melakukan pengembangan kasus ini guna membongkar peredaran narkoba jaringan internasional tersebut.

Hadir dalam konfernsi pers itu, Wakapolres Kompol Taryono Raharja, Kasat Narkoba AKP Adi Haryono, Kasubag Humas Iptu Ahmad Dahlan serta para pejabat utama lainnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.