HETANEWS

Pelaku Ujaran Kebencian Suku Batak Diciduk dari Rumah Mertuanya

Faisal Abdi. (foto/indra)

Medan, hetanews.com - Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara (Poldasu) akhirnya meringkus Faisal Abdi alias Bombay, pelaku ujaran kebencian terhadap Suku Batak di kediaman mertuanya komplek PTPN 2 Tanjung Morawa, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, membenarkan sudah ditangkap tersangka pelaku ujaran kebencian terhadap suku Batak. 

Dijelaskan penangkapan tersangka, langsung dipimpin Kasubdit II Cybercrime, Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Herzoni Saragih dan Kanit 3 Kompol Lukmin.

"Faisal Abdi sudah ditangkap, karena terduga pelanggar tindak pidana indikasi dengan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras antar golongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE," ujar Tatan didampingi Kasubbid Penmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Sabtu (21/7/2018) malam.

Dijelaskan Tatan, Faisal Abdi ditangkap berdasarkan/sesuai dengan LP nomor LP/822/VI/2018/SPKT III tanggal 29 Juni 2018, dengan pelapor Dewan Pengurus Pusat Parsadaan Pomparan Raja Lontung (Manganar Situmorang) tentang dugaan penghinaan terhadap Suku Batak dengan cara menulis dalam akun facebook atas nama Faisal Abdi *"Eramas pasti menang, Orang Batak jangan sedih ya kalo dosa nyungsep silahkan makan kalian taxx baxx itu ha...ha... Batak tolol. 

Setelah menerima laporan polisi, lanjut MP Nainggolan, tim melakukan lidik dan setelah mengetahui keberadaannya, terduga ditangkap dari rumah mertuanya tanpa perlawanan yang berada di komplek PTPN 2 Tanjung Morawa, Desa Buntu Bedimbar.

Selanjutnya terduga tersangka dibawa ke Subdit II Cybercrime untuk dimintai keterangan.

"Kita telah mengamankan terduga, lalu melengkapi berkas perkara, melakukan gelar perkara, koordinasi dengan ahli bahasa dan ahli pidanam Fan akan mengirimkan berkas ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses lebih lanjut," pungkasnya.

Penulis: tim. Editor: aan.