HETANEWS

Dua Unit Excavator Bantuan Pusat Tiba di Humbahas

 Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor bersama Kadis Pertanian Junter Marbun, Camat Lintongnihuta Jara Trisepto Lumbantotuan dan lainnya saat meninjau excavator di Desa Bonandolok Kecamatan Lintongnihuta, Jumat (20/7/2018). (foto/rachmat/tim)

Humbahas, hetanews.com-Lagi, 2 unit excavator merk Pindad bantuan pemerintah pusat tiba di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis (19/7/2018).

Alat berat ini hanya pada masyarakat Humbahas untuk mengolah lahan pertanian.

Kabag Protokol Lampos Purba mengatakan, sesuai dengan data, alsintan (alat-alat mesin pertanian) hanya Humbahas Kabupaten/Kota di Indonesia yang menerima paling banyak.

Ini semua hasil kerja keras Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dibantu instansi terkait termasuk dukungan masyarakat ke pemerintah pusat.

Satu unit excavator itu langsung “bergerak”, Jumat (20/7/2018) di Desa Bonandolok, Kecamatan Lintongnihuta mengolah lahan pertanian untuk membongkar kayu-kayu besar. Sehingga para petani lebih gampang mengolah tanahnya.

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor didampingi Kadis Pertanian, Junter Marbun, Kabag Protokol, Lampos Purba dan Camat Lintongnihuta, Jara Trisepto Lumbantoruan saat meninjau pemakaian alat berat itu mengatakan agar excavator ini dipergunakan dengan baik dan sama-sama menjaga.

“Alat berat ini supaya dipergunakan dengan baik. Dipergunakan hanya untuk keperluan masyarakat petani. Masyarakat harus ikut berperan membersihkan lahan-lahan pertanian, sehingga alat berat ini tugasnya hanya mencabut kayu-kayu besar. Membongkar tungkul kayu. Excavator ini sifatnya pindah-pindah, karena banyak petani di desa lain yang membutuhkan. Excavator di Bonandolok ini hanya satu minggu, makanya harus dimanfaatkan dengan baik. Selagi alat ini dipakai di Donandolok bisa dipergunakan menggali embung untuk bisa menampung air keperluan petani," tegas Bupati. 

Juara Lumbantoruan mewakili petani mengaku bangga melihat program Bupati Humbahas khususnya bidang pertanian.

“Selama ini kami bertani dan mengolah lahan hanya menggunakan cangkul. Tapi dengan adanya alat-alat mesin pertanian seperti traktor dan excavator, maka seemakin semangat bertani. Tidak perlu lagi kami menggunakan otot untuk membongkar kayu-kayu besar. Terima kasih pak Bupati atas perhatiannya kepada rakyat petani,” kata Juara Lumbantoruan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa (Kades) Bonandolok, Bakti Lumbantoruan, bahwa kehadiran alat berat untuk mengolah lahan pertanian sudah dipastikan menambah kesejahteraan masyarakat.

“Program pak Bupati sangat kami apresiasi. Hasil jagung sudah kami nikmati ditambah lagi dengan program padi gogo. Padi gogo di desa kami sangat cocok dan sudah dibuktikan cukup menjanjikan. Tahun 1980 an, warga desa lain seperti Pearung, Sigumpar dan Lobutolong sudah pernah mengusai tanah kami hanya untuk padi gogo. Tapi sesuai dengan perkembangan jaman, lahan kami ditinggalkan dan saat ini menjadi lahan tidur. Dengan adanya alat berat ini, maka lahan itu, sekitar 42 hektar akan kami buka kembali untuk bercocok tanam," ujar Bakti. 

Setelah meninjau pemakaian alat berat, masih di desa itu, Bupati Humbahas beserta rombongan bergeser melihat lahan penanaman jagung milik Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mandiri, Anggiat Lumbantoruan sekitar 3 hektar. Termasuk meninjau lahan pertanian cabai sekitar 1,5 hektar. 

Selanjutnya, Bupati Humbahas bersama Kabag Protokol, Lampos Purba meninjau pembukaan jalan di Desa Parsingguran Pollung menuju Kecamatan Baktiraja.

Penulis: rachmat. Editor: aan.