Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Bupati Sergai Sampaikan Harapannya pada Penyuluh Pertanian

Bupati Sergai, Soekirman saat memberikan arahan kepada para penyuluh pertanian. (foto/sutrisno)

Sergai, hetanews.com- Selama tahun 2018 ini, baru pertama kalinya kita bertatap muka dan berkumpul.  Untuk itu, hari ini tak akan kita sia-siakan begitu saja, ungkap  Bupati Sergai, Soekirman saat memberikan sambutan dalam acara pertemuan antara penyuluh se kabupaten Sergai, di Aula Dinas Pertanian setempat, di Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Kamis (19/7/2018) siang.

Masih kata Bupati, jumlah penyuluh pertanian mencapai 131 orang yang terbagi dalam, 24 orang penyuluh PNS,  20 orang penyuluh CPNS, 79 orang penyuluh Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu (THL-TB) yang bersumber dari Kementerian Pertanian dan 8 orang penyuluh outsourcing yang bersumber dari Provinsi Sumatera Utara. Para penyuluh ini tersebar di 6 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang menaungi 243 desa/kelurahan di Sergai, ujarnya. 

Lanjutnya, dalam membangun sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan handal,  diperlukan penyuluh pertanian yang profesional, kreatif,  inovasi dan berwawasan global dalam penyelenggaraan penyuluhan yang produktif,  efektif dan efisien. 

Penyuluh pertanian juga berfungsi sebagai agen perubahan yang mampu mengubah petani dari yang tidak mau menjadi mau, sehingga segala informasi pertanian yang dapat merubah usaha tani dapat diterima dengan baik. Sebab semua itu mendukung swasembada pangan di Sergai, katanya. 

Ditegaskanya, bahwa Sergai sedang menggalakan pertanian organic, sebab pertanian organik mengandalkan sistem budidaya pertanian alami tanpa bahan kimia.

Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan,  ekologi,  keadilan dan perlindungan. Dan kita harus bangga menjadi perhiptani dan kita harus bangga memakai pakaian perhiptani, kata Bupati mengakhiri sambutannya.

Kepala Dinas Pertanian, Radianto Panjis mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menjalin silaturahmi para penyuluh pertanian dengan Bupati Sergai.

Dan mengharapkan pendapatan petani harus meningkat melalui agribisnis dan dengan mengembangkan pertanian organik, harapnya.

Guna meningkatkan produk pertanian organik, telah disediakan lahan percobaan seluas 2 Ha untuk agribisnis holtikultura, ungkap Radianto.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.