HETANEWS

Pedagang Mie Pangsit Tewas Dibegal di Medan Usai Kapolri Ultimatum Kapolres

Loei Wie Loen (66) tewas dibegal tepatnya di Jl. Madong Lubis dekat pasar beruang di Medan. Kolase Tribun Medan

Medan, hetanews.com- Ditengah ultimatum Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian soal kejahatan jalanan tertama aksi begal, tindak kriminal yang kerap membuat korban jiwa itu terjadi di Kota Medan.

Aksi begal kembali memakan korban di Kota Medan. Kali ini seorang pedagang mie pangsit di Jalan Madong Lubis, dekat Pasar Beruang, menjadi korban keganasan begal, Rabu (18/7/2018), sekitar pukul 05.00 WIB.

Informasi tentang aksi kriminal ini tengah ramai di media sosial setelah disebarkan oleh akun medaninfo88 di Instagram.

Pria tua bernama Loei Wie Loen (66), pedagang mie pangsit dikabarkan meninggal dunia akibat dihajar begal dan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di rumah sakit.

“Seorang Pedagang Mie pangsit di Jl. Madong Lubis dekat pasar beruang tadi pagi (18Juli2018) 05:00 wib, dibunuh oleh Begal yang ingin mencoba merampoknya di depan Uniland Plaza."

"Masyarakat hanya bisa pasrah dengan keadaan Medan yang makin tinggi tingkat Kriminalitasnya."

"Berharap saja @poldasumaterautara atau para phk kepolisian bisa menanggapi dgn cermat akan hal kejahatan seperti ini yang makin meresahkan masyarakat kota Medan. “

Informasi yang disebarkan medaninfo88 ini ditanggapi oleh admin akun Instagram Satreskrim Polrestabes Medan.

“Terima kasih admin @medaninfo88... sekadar informasi bahwa kita telah menerima laporan kejadian tersebut... dan tim Pegasus sedang melakukan lidik untuk segera menangkap pelakunya... terima kasih...”

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebelumnya pernah menginstruksikan seluruh kepala polres di Provinsi Lampung untuk memberantas begal yang meresahkan warga dan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung.

"Saya minta seluruh kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka kapolresnya yang saya begal. Paham kan maksud saya?" ujar Tito saat ditemui usai kunjungan ke areal Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (11/6/2018).

Tito lalu meminta para kapolres dan jajarannya membuat tim khusus untuk mewujudkan hal tersebut.

" Kapolres semua harus buat tim khusus, tangkapin dulu mereka, kalau tidak tempel mereka, kalau masih belum bisa juga, silakan minta bantuan kapolda untuk menurunkan anggotanya yang bersenjata guna atasi begal ini," tambahnya.

Selain meminta bantuan kapolda, lanjut Tito, kapolres juga bisa minta bantuan kepada komandan korem (danrem) setempat.

"Kelompok begal -begal bisa saja ditangkap dengan cara lembut. Kalau masih melawan, tindak tegas," tuturnya.

Menurut dia, memberantas begal bukan hanya tugas aparat kepolisian. Tito mengatakan, peran aktif dari pemerintah juga dibutuhkan.

"Pada prinsipnya pelaku kriminalitas itu, kami yang menangkap dan kemudian diproses secara hukum, tapi masih ada akar lalinnya yaitu perlu peran pemerintah untuk mengatasi ini," ujar Tito.

Pemerintah, lanjut dia, harus membuka lowongan pekerjaan di setiap daerah di Provinsi Lampung.

"Kemungkinan kelompok begal ini merasa dipinggirkan, jadi sangat penting peran pemerintah untuk membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakatnya," katanya lagi.

Aksi begal jelang Lebaran 2018 terjadi di Lampung dengan korban pemudik dari Bekasi yang hendak mudik di Lampung. 

Aksi begal dialami pemudik yang melintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolri melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Bakauheni bersama Panglima TNI Jenderal Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek serta Kapolda Lampung Irjen Suntana.

Mereka berkunjung untuk melakukan sidak kesiapan anggotanya yang bertugas mengamankan mudik 2018.


Sumber: tribunnews.com

Editor: gun.