HETANEWS

Pasca OTT Bupati Labuhanbatu, Karyawan Bank Sumut Rantauprapat Tak Diizinkan Keluar

Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap.

Labuhanbatu, hetanews.com- Pasca penjemputan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (17/7/2018) lalu, muncul berbagai spekulasi di tengah-tengah masyarakat.

Menurut sumber yang dipercaya, Bupati Labuhanbatu tersebut sudah lama dipantau pihak KPK, ditambah lagi buntut dari perolehan suara Partai PDIP di Labuhanbatu untuk memenangkan pasangan Cagub, pada Pilgubsu Juni 2018 lalu, mengecewakan.

Disebut lagi, Ketua DPC partai kepala banteng itu bertengkar hebat dengan salah seorang kader pusat, inisial TP. Hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas serta diikuti ancaman tidak akan mendukung Pangonal lagi ketika akan mencalonkan diri untuk periode kedua nantinya.

Sumber juga mengatakan, saat ini ditengah masyarakat sekitar Rantauprapat terjadi pasar taruhan siapa yang akan menjadi tersangka atas OTT itu, Bupati Labuhanbatu atau Kadis PUPR Labuhanbatu atau malah keduanya.

Informasi yang disebutkannya lagi, salah seorang karyawan Bank Sumut Rantauprapat yang merupakan operator  komputer saat aliran dana kasus OTT tersebut tidak diizinkan keluar kantor, mulai dari Selasa (17/7/2018) hingga Rabu (18/7/2018).

Ketika hal itu dikonfirmasi ke bank bersangkutan, Satpam yang ditemui di sana, M Koko Rambe yang berjaga saat itu kepada sejumlah wartawan, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui dan kepala cabang bank tersebut juga belum bisa ditemui serta meminta wartawan agar mempertanyakan hal itu ke pihak Polres Labuhanbatu.

"Gak tahu kami pak, ke polres aja langsung, gak ada yang bisa ditemui didalam," terang Koko. "Kami semalam rapat sosialisasi standar pelayanan pak," timpal rekannya.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang saat dimintai keterangan, berapa orang yang diperiksa saat peristiwa OTT itu dan siapa saja, juga belum bersedia memberikan keterangan.

Penulis: bs. Editor: gun.