HETANEWS

Pendaftaran Bacaleg di Siantar Banyak ‘Kejutan’, Berikut Faktanya

Ketua DPD Partai Demokrat Siantar, Togar Sitorus usai mendaftarkan Bacaleg ke KPU Siantar, Selasa (17/7/2018).

Siantar, hetanews.com- Seluruh partai politik (parpol) disibukkan mendaftarkan bakal calon legislatif (baceleg) ke KPU Siantar, dan pendaftaran tersebut resmi ditutup, pada Selasa (17/7/2018) sampai pukul 24.00 WIB.

Ternyata, saat pendaftaran bacaleg tersebut, ditemukan banyak kejutan, hingga dipastikan di akhir masa jabatan DPRD Siantar, periode 2014-2019 akan muncul wajah - wajah baru di legislatif.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa yang sedang terjadi di masing-masing parpol Siantar? Dan manuver politik apa yang sedang dilakukan para politisi Siantar? 

Wajah baru sudah dimulai sejak pelantikan dua anggota DPRD Siantar yang baru, yakni, Efendi Siregar dan Herry Agus Siahaan, dimana Efendi Siregar yang berasal dari Partai Demokrat menggantikan Togar Sitorus yang telah menjadi Wakil Wali Kota Siantar, kemudian Herry Agus Siahaan dari PPP menggantikan Boy Paradi Purba akibat Pergantian Antar Waktu (PAW).

Dan sepertinya wajah baru akan bertambah di DPRD Siantar, seperti Partai Demokrat, dimana salah satu kadernya yang juga Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Siantar, yakni, Ronal Tampubolon, namanya tidak masuk dalam daftar  caleg sementara (DCS) yang diajukan ke KPU.

Ronal Tampubolon malah "berlabuh" ke partai lain, yakni, Hanura dan akibatnya  Ronal pun terancam di PAW oleh Partai Demokrat. 

Kejutan lainnya, yakni, Partai Golkar, dimana nama Denny Siahaan yang tercatat sebagai anggota DPRD Partai Golkar, kini "banting stir" ke PDI-P. Dan hal ini sudah dibenarkan oleh Ketua DPC PDI-P Siantar, Timbul Lingga. Akibat keputusannya tersebut, Denny Siahaan akan terancam di PAW oleh Partai Golkar dalam akhir massa jabatannya.

Ada lagi dari PKPI, yaitu anggota DPRD Siantar,  Frans Bungaran Sitanggang. Dia juga tak mau ketinggalan"membelokkan stirnya" dan  kini mencatatkan namanya dalam DCS Partai Hanura. Sehingga kemungkinan besar, Frans juga akan di PAW dari DPRD. 

Selain proses pergantian partai, ada kejutan lainnya, yakni petahana legislatif atau yang dalam priode 2014-2018 menjadi anggota DPRD tidak ikut masuk dalam DCS, yakni dari Partai Golkar, ada Juwita Pane, dari Partai Gerindra, ada Oberlin Malau.

Diketahui, bahwa Oberlin adalah Ketua Fraksi Gerindra, dan Jessica Pratiwi Sidabalok, anggota DPRD Siantar dari Hanura juga tidak ikut mencatatkan namanya dalam DCS yang diajukan Partai Hanura ke KPU Siantar.

Selain itu, salah satu ASN yang akan pensiun di bulan Agustus 2018 ini, yakni Baren Ali Joyo, merupakan Assiten 1 Pemko Siantar turut masuk dalam DCS Partai PDI-P Kota Siantar. 

Diawal saja tampak manuver-manuver partai dan politisi sudah terlihat, dan tampaknya persaingan Pileg akan sangat ketat. Apakah Demokrat dapat mempertahankan kemenangannya di Pileg 2014 silam, atau malah partai lain? Atau malah partai baru yang malah menguasai panggung perpolitikan di Siantar? Yang pasti, rakyatlah jadi penentu yang akan mewakili mereka di legislatif nantinya. 

Penulis: tom. Editor: gun.