Simalungun, hetanews.com - Fauzi Mulyadi (39), warga Sidorejo, Nagori Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, didakwa penjual atau produsen mie berformalin, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (17/7/2018).

Jaksa Nova Miranda dan Dedi Chandra, menjerat terdakwa dengan pasal 10 UU RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pangan dan pasal 62 (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dakwaan jaksa yang dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum menyebutkan, terdakwa Fauzi diamankan dari Pasar Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Sabtu, 3 Pebruari 2018, sekir pukul 18.30 WIB.

Dari terdakwa, petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyita kiloan mie berformalin dan 1 botol formalin serta peralatan lainnya untuk membuat mie.

Saksi BPOM dalam persidangan menjelaskan, sesuai surat tugas No: PY.06.52.824.02.18.589 melakukan operasi pasar di Simalungun. Dari terdakwa Fauzi yang memproduksi mie kuning basah dan menjual kembali kepada pembeli, dinyatakan mengandung bahan berbahaya yakni formalin yang dapat merusak kesehatan.

Padahal terdakwa mengetahui jika penggunaan formalin dalam bahan makanan adalah perbuatan melawan hukum. Menurut saksi, jika manusia mengkonsumsi formalin dapat mengakibatkan penyakit dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Fauzi menggunakan bahan pembuat mie, seperti tepung terigu, garam dan lainnya bersama 3 karyawannya. Setelah jadi, mie direbus dalam air yang diberi formalin dan ditirskan lalu diberi minyak dan dikemas untuk dijual.

Untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya, majelis hakim pimpinan Roziyanti menunda persidangan hingga sepekan.