Simalungun, hetanews.com - Jaksa Lidya Panjaitan menuntut terdakwa Dippos Togatorop (29) agar dihukum 5 tahun penjara di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (17/7/2018).

Terdakwa sebagai suami dari saksi korban Erlina Anriani Siahaan telah terbukti melakukan kekerasan dalam lingkup rumah tangga.

Jaksa mempersalahkan terdakwa dengan pasal 44 (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pemukulan terhadap istrinya dilakukan terdakwa pada Sabtu, 3 Maret 3018 sekita pukul 13.30 WIB di rumah mereka di Dusun Rawang Nagori Janggir Leto ,Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

Siang itu saksi korban baru saja pulang dari sekolah sebagai guru dan langsung ke dapur untuk memasak.              

Siang itu, terdakwa dan 3 anaknya yang masih kecil berada di ruang tamu. Korban pulang karena susu anaknya habis. Korban pun harus kembali ke sekolah, karena ada seminar dan menitip ke tiga anaknya untuk dijaga oleh suaminya.                    

Mendengar ucapan korban, terdakwa tidak terima menjaga anak di rumah. Dia mengatakan, kalau pun anak-anak ditinggal akan dibawa terdakwa ke kilang padi tempatnya bekerja. Mengingat anakny ada yang mengidap penyakit sesak nafas lalu korban melarangnya.

Akhirnya trrjadilah pertengkaran antara korban dengan terdakwa yang langsung memukul bagian kepala dan mata bagian kanan dengan tangannya. Juga memukul bagian pelipis mata sebelah kiri korban

Akibatnya korban mengalami sakit dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Simalungun.                      

Terdakwa mengakui semua keterangan saksi-saksi dan perbuatannya. Menurut jaksa, terdakwa tidak menunjukkan rasa penyesalannya. Selain itu, tidak ada perdamaian antara korban dengan terdakwa. Sehingga hal itu menjadi hal yang memberatkan dalam pertimbangan jaksa.                   

Atas tuntutan tetsebut, terdakwa secara lisan memohon agar majelis hakim meringankan hukumannya.

Untuk mendengar putusan majelis hakim diketuai A Hadi Nasution dibantu Panitera Paringatan Saragih sidang ditunda hingga sepekan.