HETANEWS.COM

Dugaan Proyek Dana Desa Dikerjakan Asal-Asalan, Kades dan Pemborong Kongkalikong?

Kondisi proyek lening parit yang roboh. (foto/sarianto)

Sergai, hetanews.com - Proyek dana desa di Desa Afdeling VI Dolok Ilir, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang dicairkan pada tahun 2017 lalu tampaknya menuai polemik di desa itu.

Sebab menurut warga di sana, pekerjaan pembuatan lening parit terkesan asal-asalan dan amburadul. Terbukti, masih satu tahun lamanya lening parit ini sudah runtuh dan roboh.

Diketahui sebelumnya pengerjaan lening parit melalui dana desa itu dikerjakan oleh pemborong (rekanan) bernama Susiyono yang berdomisili di Desa Korajim, Kecamatan Dolok Merawan.

Sehingga tidak menutup kemungkinan pemborong dan Kepala Desa (Kades) kongkalikong dalam pengerjaan proyek dimaksud.

Dementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kades Afdeling VI Dolok Ilir, Boru Purba belum dapat dikonfirmasi, bahkan seolah-olah menghindar dari kru hetanews com dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Sekretaris Desa (Sekdes) Afdeling VI Dolok Ilir yang juga anak dari Kades saat dikonfirmasi via handphone (HP) beberapa hari lalu  membenarkan robohnya lening parit itu.

Namun menurutnya itu disebabkan adanya lembu yang melintas. "Itu dikarenakan lembu pak. Lembu di sini ramai pak," ungkapnya.

Dana desa yang dikucurkan pemerintah melalui APBN ini seolah-olah menjadi 'angin segar' bagi Kadesnya bukan masyarakatnya. 

Penulis: tim. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan