HETANEWS

Begini Kondisi Penumpang dan Pengemudi Speedboat yang Hilang di Perairan Nias Selatan

Serda Sukur Simangunsong (kiri), Serda Herven Simangunsong (tiga dari kiri), dan Bagas Simangunsong (baju oranye) dievakuasi dari Pulau Bais menuju Pulau Tello, Nias Selatan, Minggu (15/7/2018) siang. Tribun Medan/HO

Medan, hetanews.com- Lima penumpang speedboat yang sempat hilang di perairan Nias Selatan pada Sabtu (14/7/2018) kemarin telah ditemukan dalam kondisi sehat walafiat, Minggu (15/7/2018) siang.

Dandim 0213/Nias Letkol Inf Raymond Rajasulung Purba mengatakan, kelima penumpang speedboat telah dievakuasi dari Pulau Bais dan dibawa ke Pulau Tello, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan.

"Kelima penumpang selamat, tanpa terluka sedikitpun. Mereka sudah sampai di rumah, Pulau Tello. Sudah diperiksa sama paramedis di sana, dan sehat-sehat semuanya," kata Raymond kepada via selulernya, Minggu (15/7/2018) pukul 17.01 WIB.

Kelima penumpang tersebut, yakni Serda Sukur Simangunsong, Serda Herven Simangunsong, Bagas Simangunsong (anak dari Serda Sukur Simangunsong), Hejeki Manaö (kernet), dan A Cai (nakhoda/pengemudi speedboat).

Raymond menuturkan, kelima penumpang terpaksa menaiki speedboat untuk menuju Telukdalam pada Sabtu (14/7/2018) kemarin, karena telah ketinggalan kapal feri KMP Simeulue jurusan Pulau Tello - Telukdalam.

"Anggota kita yang dua orang itu adalah personil Babinsa di Pulau Tello. Mereka mau berangkat ke Jakarta untuk kepentingan tugas. Rupanya ketinggalan kapal orang itu, sehingga terpaksa naik speedboat. Di tengah jalan, speedboat mereka dihantam badai, sehingga rusak dan mereka terombang-ambing sampai ke Pulau Bais, salah satu pulau kecil dekat Pulau Pini," tandas Raymond.

Sebelumnya, Pasi Ops Lanal Nias Kapten Laut (P) Efendi Sihombing mengatakan, kelima penumpang ditemukan di Pulau Bais oleh awak kapal pukat cincin milik warga setempat yang kebetulan melintas.

Hilangnya speedboat ini pada Sabtu (14/7/2018) berawal saat bertolak dari Pulau Tello sekitar pukul 14.00 WIB. Speedboat bersama lima orang di atasnya berangkat menuju Telukdalam. Namun hingga malam, speedboat tak kunjung tiba di dermaga pelabuhan Telukdalam.

“Ditunggu-tunggu sampai jam 17.00 WIB, kok enggak sampai-sampai di Telukdalam.Cuaca memang buruk semalam (kemarin) itu,” kata Efendi via selulernya.

Speedboat tersebut bermesin dua, masing-masing dua unit mesin berkekuatan 40 PK, dan tanpa menggunakan kompas penunjuk arah.

Sumber: tribunnews.com

Editor: gun.