Mon 22 Oct 2018

Anak Djanur Tulis Pesan Menyentuh Pasca-pemecatan Ayahnya

Djadjang Nurjaman dan putri bungsunya, Nadia Desvianti. Instagram

Medan, hetanews.com- Anak Djadjang Nurdjaman, Nadia Desvianti, mengucapkan terima kasih kepada fans PSMS yang telah memperlakukan ayahnya dengan baik.

Ucapan terima kasih itu dituliskan Nadia di akun Instagramnya setelah pelatih yang akrab dipanggil Djanur itu dipecat dari jabatan sebagai pelatih PSMS Medan.

Djanur dicopot oleh manajemen PSMS Medan, Jumat (13/7/2018) karena performa tim Ayam Kinantan yang tak kunjung membaik dan kini berada di dasar klasmen sementara Liga 1 Indonesia.

Dalam tulisannya di Instagram yang diunggah sehari setelah pemecatan ayahnya, Nadia meminta maaf jika ayahnya dianggap belum mampu berbuat yang terbaik.

Namun, dara keturunan sunda-batak ini mengaku bersyukur karena ayahnya banyak mendapat dukungan dari suporter PSMS.

“Saya telah membaca pesan-pesan dan komentar tentang ayah saya. Kalian semua menakjubkan dan menurut saya kalianlah suporter terbaik. Saya merasa beruntung ayah pernah bersama kalian dan bagian dari tim,” tulisnya.

Bergabung pada akhir musim lalu, Djanur langsung membawa PSMS naik kasta dari Liga 2 ke Liga 1.

Mengawali musim dengan dua kali kekalahan di pertandingan awal, PSMS sempat naik ke papan tengah karena beberapa kali kemenangan di kandang. Namun, belakangan PSMS berkutat di zona degradasi dan saat ini hanya mampu mengumpulkan 15 poin dari 15 kali tanding.

Sebagian fans PSMS mengaku kecewa dengan pemecatan Djanur.

Sekretaris PSMS Medan Club (PFC), M. Alfian Majid mengatakan, keputusan ini merupakan langkah mundur yang dilakukan manajemen.

"Sudah pasti ini langkah mundur. Pengurus yang seharusnya didepak, bukan Djanur. Karena segala kebutuhan pemain dan pelatih banyak yang tidak direalisasi pengurus," katanya, Jumat (13/7/2018).

"Separuh musim belum habis semua perangkat pelatih sudah didepak tanpa komunikasi terlebih dulu. Ini yang harus didepak tuh pengurus nya bukan pelatih. Pelatih sudah menawarkan pemain untuk di kontrak tetapi pengurus menolaknya," tegasnya.

Ditambah lagi, katanya, separuh musim hampir seluruh jajaran pelatih telah digusur dari tim bukan membuat hal yang positif. Malah membuat tim semakin terpuruk.

Djanur: Skenarionya Sudah Saya Baca

Mendapat surat pemecatan, Djanur mengaku legowo. Toh, menurutnya, hal tersebut sudah biasa dalam sepak bola.

"Yang jelas saya terima keputusan ini. Hal ini biasa dalam dunia sepak bola. Masa saya harus menangis, saya punya keyakinan bisa membawa PSMS untuk bangkit dari keterpurukan, namun apa boleh buat ini sudah jadi keputusan mereka," kata Djanur saat dihubungi, Jumat (13/7/2018).

Djadjang mengaku sudah mendapatkan sinyal sejak jauh hari.

Saat manajemen menunjuk Suharto AD sebagai asistennya, di situ Djadjang sudah merasa dirinya akan didepak.

"Sebetulnya saya sudah pelajari, ada skenario yang dilakukan PSMS kepada saya, mulai dari datangkan Suharto sebagai asisten. Kemudian memecat dua asisten saya sebelumnya tanpa memberi tahu saya dahulu," ujar Djanur saat dihubungi, Jumat (13/7/2018).

"Skenario manajemen ini sebetulnya agar buat saya tidak betah di PSMS. Mereka melihat saya tidak juga mengundurkan diri, sehingga mereka mengambil keputusan untuk memecat saya," tambah pelatih berusia 53 tahun tersebut.

Djanur memberikan pesan kepada pihak manajemen untuk menyelamatkan PSMS jangan sampai terdegradasi dari Liga 1. Pasalnya, kata Djanur dia sudah susah payah untuk membawa PSMS naik Liga 1.

 "Saya mengucapkan terima kasih kepada suporter PSMS yang selama ini mendukung saya, ditempat lain mungkin saya sudah dihajar atau dimaki-maki tapi suporter Medan sangat baik untuk saya, saya ucapkan terima kasih. Saya berharap manajemen bergerak cepat untuk berbenah agar tidak turun ke Liga 2," pungkas Djanur.

Manajemen PSMS Medan tak butuh waktu lama untuk mencari sosok pengganti Djadjang Nurdjaman yang baru saja didepak sebagai pelatih kepala.

PSMS telah mendapatkan pelatih baru eks Pelatih Persipura Jayapura yakni Peter Butler. Pelatih asal Inggris itu akan bergabung dengan PSMS dalam waktu dekat.

"Sudah ada gantinya, mantan pelatih Persipura asal Inggris, Peter Butler. Dia masih di Manchester, tapi sudah kita sudah belikan tiket. Paling lama besok sudah sampai dia ke Medan," ujar CEO PSMS, Dhody Thahir saat dihubungi, Sabtu (14/7/2018).

Alasan manajemen PSMS memilih Peter Butler lantaran yakin bisa membawa PSMS keluar dari zona degradasi. Pasalnya, menurut Dhody, Peter merupakan pelatih yang cukup disiplin. Pengalamannya memegang Persipura diyakini dapat sepaham dengan keinginan PSMS.

"Kita lihat pengalaman dia di Persipura, cukup baik. Kemarin dia sempat membawa Persipura ke posisi papan atas klasemen. Kemudian dia pelatih asing, jadi bisa lebih disiplin. Apalagi Inggris, negara maju," bebernya.

 

Sumber : tribunnews.com

 

Penulis: -. Editor: gun.