Mon 20 Aug 2018

Pemilik Restaurant Internasional Dilaporkan ke Polres Siantar, Ini Kasusnya

A Mei didampingi kuasa hukumnya.

Siantar, hetanews com - Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum pengusaha terhadap karyawannya berujung pengaduan ke polis.

Ini sesuai dengan Laporan Polisi bernomor  LP/248/VI/ 2018/ SU/STR tertanggal 16 Juni 2018.

Yong Lani  Damanik alias Yekyong (50), pemilik Restauran Internasional disebut-sebut melakukan penganiayaan terhadap Andriani alias A Mei (36) seorang karyawati di restoran tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (13/6/2018) malam dan dilaporkan 3 hari kemudian. 

Ditemui di Jalan Sudirman, A Mei memaparkan kronologi kejadian yang dialaminya pada wartawan. A Mei menyampaikan malam itu  sekira pukul 22. 00 WIB sedang berada  di lantai 1 Restaurant Internasional. 

A Mei membereskan pekerjaannya dan hendak bersiap-siap pulang dan tah ditunggui Jhony. Namun tiba-tiba Yekyong datang dan menemui kasir untuk meminta setoran penjualan.

Padahal menurut A Mei, seharusnya yang mengambil setoran itu Yap Seng Tat juga merupakan pemilik Restaurant Internasional.

Kata A Mei, kasir bernama Yanti yang dimintai setoran penjualan pun bertanya padanya. Dia pun menjawab agar uangnya diberikan saja, karena melihat Yekyong sudah mengomel-ngomel.

Namun permasalahannya tidak sampai disana, Yekyong pun berusaha merampas uang yang kebetulan ada di tangan A Mei.

A Mei merasa uang yang ditangannya bukanlah milik perusahaan, lalu berusaha mempertahankannya.

Saat itu lah Yekyong langsung menjambaknya, sembari mengumpat dengan kata-kata yang tak pantas.

Tak ingin terjadi keributan dan penganiayaan, A Mei pun bergeser menjauhi Yekyong. Namun  Yekyong masih juga berusaha menghampirinya.

Kejadian itu pun terlihat Jhony dari layar CCTV  salah satu ruangan di Restaurant Internasional tersebut. 

Jhony pun protes atas perlakuan yang diterima A Mei dan menyampaikan kejadian itu akan dibawa ke ranah hukum.

Dikatakan A Mei sambil menunjukkan rekaman video, kalau terlapor ada menantang dirinya untuk melapor ke polisi.

"Laporin, laporin," ucap A Mei meniru ucapan Yekyong yang seakan-akan menantang jika mau dilaporkan ke polisi. 

Kasus itu selanjutnya dilaporkan ke Polres Pematangsiantar. Namun hingga Jumat (13/7/2018) sore, A Mei mengaku belum juga menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Polres Siantar.

A Mei didampingi Heriyanto pengacara dari Kantor Hukum Yang & Partners di Jakarta menyampaikan, pihaknya masih menaruh kepercayaan terhadap Polres Siantar, meski kliennya belum pernah menerima SP2HP.

Heriyanto yakin, Polres Siantar tidak ingin wibawanya hilang, hanya karena kasus penganiayaan yang tidak sulit untuk dituntaskan.

"Kami berharap penyidik Polres Siantar segera mengusut tuntas perkara yang dilaporkan. Sebab pada saat kejadian, saksi cukup banyak di lokasi dan ada rekaman CCTV," tukasnya.

Mengenai SP2HP yang belum diterima kliennya, Heriyanto mengaku, akan memintanya ke Polres Siantar.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi wartawan pada  Yekyong justru membantahnya. Ia mengaku tidak ada melakukan penyaniayaan terhadap karyawannya.

"Mana ada saya aniaya karyawan. Jangankan karyawan, anak sendiri pun tak pernah saya tampar," jelasnya.

Saat disampaikan jika aksinya terekam kamera CCTV, Yekyong malah meminta agar dikirimi rekaman itu dan mengakhiri pembicaraan.

"Mana ada saya aniaya karyawan. Jangankan karyawan, anak sendiri pun tak pernah saya tampar. Kirimlah rekamannya. Ok makasih ya pak," ucapnya.

Penulis: tim. Editor: aan.