Fri 14 Dec 2018

Menuju Humbahas Sebagai Poros Pembangunan di Sumatera Utara

Humbahas, hetanews.com - Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang tidak dapat dipandang sebelah mata oleh Kabupaten lainnya.

Humbahas yang masih berusia 15 tahun setelah pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada 27 Juli 2003 silam tidak main-main terhadap perkembangan pembangunan, perekonomian serta perkembangan mental dan pola pikir masyarakatnya.

Pada usia yang masih remaja itu, Humbahas sudah bisa berbaur dengan Kabupaten-kabupaten lainnya yang sudah dewasa bahkan terbilang tua. Hal ini dapat dibuktikan dari program Pemerintah Daerah (Pemda) yang setiap tahunnya selalu menitikberatkan anggaran yang tidak sedikit untuk pembangunan fisik, pengembangan pendidikan, pengembangan destinasi wisata, pengadaan dan pembangunan fasilitas publik serta pengembangan sektor pertanian yang merupakan salah satu mata pencaharian utama di Humbahas.

Tak ketinggalan, Humbahas memiliki sebagian hamparan Danau Toba baik, air terjun dan wisata sejarah perjuangan Pahlawan Kemerdekaan yaitu Raja Sisingamangaraja XII yang melegenda ke seantero jagat raya dimulai dari sejak lahir sampai wafatnya berjuang melawan penjajahan di tanah Humbahas, terdapat berbagai situs mengenai perjuangan tersebut, diantaranya tempat kelahiran dan Istana Raja Sisingamangaraja XII di Kecamatan Baktiraja, Markas Perang di Pearaja, Kecamatan Parlilitan sampai pada makam yang dipercayai merupakan makam asli sang Raja Batak tersebut di Desa Sion Sibulbulon Kecamatan Parlilitan.

Bicara tentang pembangunan, masyarakat Humbahas dari 10 Kecamatan sudah hampir setiap Kecamatannya menikmati jalan dengan aspal beton atau hotmix, setiap tahunnya ada ratusan titik perbaikan dan pembangunan jalan, pembangunan irigasi, pembangunan sekolah, pembangunan daerah destinasi wisata yang digenjot melalui dana APBD maupun APBD Provinsi dan gelontoran dana dari APBN pusat.

Tak dapat dikesampingkan pula tentang tata kelola birokrasi dan pemerintahan daerah, Humbahas terkenal pernah mendapatkan penghargaan atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah terbaik dan meraih peringkat pertama skala Nasional untuk sekelas Kabupaten yang baru mekar mulai tahun 2010-2014, serta laporan keuangan daerah atas audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut hampir setiap tahunnya.

Dari sektor pertanian, tak diragukan lagi bahwa Humbahas merupakan salah satu lumbung kopi Nasional yang terkenal di dunia dengan nama Kopi Lintongnya dan sudah mendapatkan sertifikat IG (Indeks Geografis) dari Kemenkumham Republik Indonesia. Program pengembangan Pajale (Padi, jagung, kedelai) yang saat ini sedang berlangsung juga sudah hampir memenuhi ekspektasi. Meskipun belum sukses, namun setidaknya masyarakat sudah sangat terbantu dengan pengalaman dan kemudahan bantuan kepada Kelompok Tani oleh pemerintah.

Namun kendala saat ini yang dihadapi masyarakat terutama petani adalah masalah harga komoditi pertanian yang masih seenaknya ditentukan oleh para tengkulak. Ini diduga akibat BUMDes di beberapa Desa yang mati suri dan pembahasan Perusahaan Daerah (Perusda) yang masih mangkrak di legislatif.

Kesimpulannya, tidak berlebihan rasanya jika Kabupaten Humbang Hasundutan dikategorikan sebagai salah satu poros pembangunan  di Provinsi Sumatera Utara.

Penulis: trendy. Editor: aan.