HETANEWS

Polisi Pura-pura Beli Sabu Rp 57 Juta, Parbetor Masuk Penjara

Kasatres Narkoba, AKP Adi Haryono saat mengapit tersangka RD. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Seorang penarik becak bermotor atau parbetor berinisial KN, diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai yang menyamar sebagai pembeli pada Kamis (12/7/2018) lalu sekira pukul 20.30 WIB.

Dari tangan warga Kelurahan Selat Lancang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai ini, petugas menyita barang bukti sabu, seberat 1 ons atau 100 gram.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai mengatakan, bahwa kasus ini terungkap karena adanya informasi dari warga, sehingga dilakukan penyelidikan dan cara bertindak (CB) dengan cara undercover buy atau penyamaran.

"Selanjutnya petugas memesan sabu 1 ons dengan harga Rp 57 juta dan disepakati transaksi di tempat yang sepi, yakni di sekitar SMA 5 Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, ujar Irfan didampingi Kasat Narkoba, AKP Adi Haryono, Jumat (12/7/2018).

Setelah merasa yakin, person yang menyamar memberikan kode kepada person lain yang sudah menunggu lebih dulu di sekitar lokasi transaksi.

Barang bukti sabu yang disita dari tangan tersangka. (foto/ferry)

Lalu langsung dilakukan penangkapan serta penggeledahan, dan anggota berhasil menemukan barang bukti sabu dari tersangka.

"Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan dan di bagasi depan sepeda motor tersangka, ditemukan 1 buah plastik asoy warna hitam. Dan setelah dibuka berisi sebuah plastik transparan warna putih berisi sabu seberat 1 ons atau 100 gram," bebernya.

Dari keterangan KN, dirinya disuruh mengantar sabu oleh laki-laki berinisial RD yang merupakan jiran atau tetangganya. Dirinya dijanjikan upah  sebesar Rp 2 juta, apabila berhasil melakukan transaksi narkoba tersebut.

Untuk pengembangan kasus tersebut, AKP Adi dan tim berupaya melakukan pengembangan dengan melakukan penggerebekan terhadap rumah RD dengan didampingi Kepala Lingkungan (Kepling) setempat. Namun RD tidak ditemukan di rumahnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.