Simalungun, hetanews.com - PT Tulung Agung benar-benar bernasib sial. Bagaimana tidak, plank proyek di wilayah Kecamatan Tanah Jawa, dirusak para warga selepas dari kafe.

Peristiwa itu tidak hanya sekali saja terjadi, melainkan sudah 4 kali. Sehingga PT Tulung Agung tidak lagi memajangkan plank proyek di kawasan itu.

"Ada sebenarnya plank proyeknya. Yakni dipajang di wilayah Nagori Tanjung Pasir. Tapi, setiap pulang dari kafe, para pengunjung usil, lalu mencabik-cabiknya. Bahkan sudah 4 kali kami ganti," ungkap Aan perwakilan dari PT Tulung Agung.

"Ya bagaimana lagi! Mungkin para pengunjung yang usil itu pengguna narkoba. Hingga berfikiran nekad merusakinya," ujarnya berpraduga menanggapi konfirmasi hetanews.com, Jumat (13/7/2018). 

Diberitahunya, bahwa Muhammat Afrizal merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan ini. Hanya saja yang sering nongol yaitu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Novandi Pakpahan dan sering mengendarai mobil taft.

“Kalau GM (Tenaga Ahli) kegiatan ini bukan si Pasaribu lagi, tapi sudah bermarga Hutahaean. Itu makanya kepalanya sering dikeluhkan sakit. Sebab kerjanya sekarang ini hanya mengukur material yang masuk,” ujarnya.

"Itu sesuai peraturan baru. GM (Tenaga Ahli) pelaksana kegiatan/proyek harus orang tehnik. Sementara si Pasaribu itu kan sarjana ekonomi. Makanya akhir-akhir dia sering sering mengeluh," tukas Aan.

Pantauan hetanews.com, tercatut pada plank yang ditempelkan di sebuah meja dan ditidurkan pada tumpukan material pasir di atas badan jalan, yaitu sebuah peringatan kepada para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati.

Hingga berita dilansir, terkait asal usul dan besaran pagu kegiatan milik Dinas PUPR Simalungun tersebut belum berhasil dikonfirmasi. Mengingat dalam waktu sekejap, Novandi Pakpahan langsung menghilang.

Sementara mobil jenis taff warna hitam dengan nomor polisi (nopol) BK 1975 TV masih terlihat parkir manis, di tepi badan jalan jurusan Tanah Jawa-Huta Bayu Raja, persisnya di wilayah Nagori Bosar Galugur.