Wed 19 Sep 2018

Sidang Narkotika, Hakim : Jangan Melamun, Gubernur Sudah Terpilih

Terdakwa Adi Parulian Siahaan. (foto/pranoto)

Siantar, hetanews.com - Terdakwa Adi Parulian Siahaan (31), warga Jalan Tualang, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, hanya mampu tertunduk lesu dalam agenda sidang mendengarkan saksi, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (11/7/2018).

Pada sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Firdaus Raja Maholi, menghadirkan 2 orang saksi yang juga anggota Detasemen Polisi (Denpom) Militer, Sahbudi dan Budi Damanik.

Dalam keterangannya, para saksi membenarkan, bahwa terdakwa ditangkap atas dasar informasi yang diterima dari masyarakat adanya keterlibatan oknum anggota TNI dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu.

Selain itu, kedua saksi juga membenarkan perihal barang bukti yang diperlihatkan JPU, berupa satu bundelan plastik klip, satu paket narkotika jenis sabu dan beberapa barang bukti lainnya.

"Benar pak kami melakukan penangkapan atas informasi dari masyarakat, dan benar itu barang buktinya," ujar saksi.

Namun saat disinggung soal pengembangan kasus dugaan keterlibatan oknum TNI oleh penasehat hukum terdakwa, Erwin Purba, kedua saksi tidak membeberkan hal tersebut.

"Untuk pengembangan kasus belum kami lakukan pada saat itu," kata saksi.

Mendengar keterangan tersebut, Hakim Ketua, Fitra Dewi Nasution, menanyakan kepada terdakwa perihal keterangan yang diberikan saksi.

Namun, terdakwa Adi malah terlihat melamun tidak menjawab pertanyaan hakim. Sehingga mengundang perhatian majelis hakim.

"Saudara terdakwa benar tidak keterangan saksi, kenapa anda melamun, apa yang dilamunkan, jangan melamun Pemilu sudah siap, glGubernur sudah terpilih," kata ketua majelis hakim, disambut terdakwa yang terlihat menganggukan kepala.

Seperti yang diketahui, terdakwa Adi Parulian ditangkap oleh anggota Denpom Siantar, pada 17 Februari lalu dan  petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 bungkus plastik klip, 1 bungkus plastik berisi 16 paket narkotika yang disimpan terdakwa didalam topi yang dikenakannya, 1 unit handphone (HP) dan 1 timbangan digital.

Adapun sidang selanjutnya direncanakan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa, Adi Parulian.

Penulis: pranoto. Editor: gun.