Tue 17 Jul 2018

Jadi Pembicara di USI, Ini Kata Mahfud MD Soal Paham Radikalisme

Wali Kota Siantar, Hefriansyah, Rektor Universitas Simalungun, Marihot Manullang, Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Agus Andrianto, foto bersama dengan Mahfud MD, di aula Universitas Simalungun. (foto/hugs)

Siantar, hetanews.com- Mahfud MD, mengunjungi Kota Siantar dengan menjadi pembicara kuliah umum, di Universitas Simalungun (USI) dengan membawa thema : “Menolak Paham Radikalisme”.

Sebelum berkunjung ke USI, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, sempat singgah di salah satu warung kopi, sembari bercengkrama dengan warga Siantar. 

Dalam kuliah umum yang dibawakannya bersama Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Agus Andrianto, Mahfud MD berharap USI semakin lebih baik lagi. 

"Terakhir saya kesini tahun 2012, saya lihat semakin maju dengan program study yang terus bertambah. Semoga dapat menjadi universitas yang semakin baik lagi,"sebutnya, Selasa pagi (10/7/2018).

Berbicara masalah paham radikalisme dan anarkisme, Mahfud MD menilai hal itu  sebuah paham yang mencoba melawan kesepakatan bersama dengan cara kekerasan menolak demokrasi.

Radikalisme ingin menghancurkan persamaan, padahal menurutnya, pendirian suatu negara tidak lepas dari kesadaran perbedaan, namun ingin bersatu karena ingin menciptakan sistem yang demokratis.

Bhineka Tunggal Ika, sambungnya, merupakan paham kebersamaan yang tidak memandang agama, ras dan lain-lain. 

"Berbeda dengan paham radikal yang sangat sempit memandang suatu persoalan,"tutur anggota Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini. 

Ditempat yang sama, Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Agus Andrianto menyampaikan,  tindakan radikal dan anarkis memiliki persentase yang kecil di masyarakat, namun dengan berkembangnya teknologi, maka peluang pelaku paham tersebut lebih mudah meneror masyarakat, lewat media informasi.

"Dengan memberikan gambar, video, buku, berita hoax yang semakin ramai belakangan ini," sebutnya.

Dirinya juga mengajak masyarakat agar bijak memilih dan menentukan segala sesuatunya. "Semua ini tidak terlepas dari peran masyarakat, jika ada pelaku teror lakukan pengaduan maka kita akan tindak tegas,"tuturnya.

Seminar yang  berlangsung selama 2 jam ini, diisi dengan  sesi tanya jawab oleh para peserta. Sebagai penutup, Mahfud MD menyampaikan pesannya kepada para peserta. Mahmud MD menuturkan, kesejahteraan bersama hanya dapat diwujudkan dalam kondisi aman dan tentram. Dan hal itu dapat terwujud dengan mengjungjung tinggi peraturan, tegasnya. 

"Semoga Indonesia yang indah dan kaya ini, terhindar dari persoalan radikalisme dan anarkisme agar pembangunan nasional dapat di ujudkan,"pungkasnya. 

Penulis: Hugs. Editor: gun.