Simalungun, hetanews.com- Sumiati, ibu kandung salah satu korban KM Sinar Bangun, Luki Pratama (17), yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada Senin (18/6/2018) lalu, tampak jatuh pingsan saat Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham, hadir di Auditorium Djabanten Damanik, di Kecamatan Raya, Senin (9/7/2018).

Misno, ayah kandung korban, warga Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok kepada hetanews.com mengatakan, bahwa anaknya tersebut, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, hasil perkawinannya dengan Sumiati. Anaknya itu (korban,red) baru tamat sekolah dan sempat kerja teknik kereta.

"Baru tamat sekolah. Timbang dia nganggur, sempatlah dia kerja teknik di toko (showroom) kereta, di jalan Ahmad Yani, Siantar. Sudah lah yah, aku mau jalan - jalan dulu. Inikan liburan Hari Raya. Sebetulnya, dia diajak famili ke Tigaras. Kalau gak, gak mau pigi juga dia. Karena famili yang ajak, dia ikut,"ungkap Misman mengisahkan.

Udah lah dek, jalan - jalan lah kita. Masa mbak sudah datang jauh - jauh, gak mau jalan - jalan, gitu bujuk mbaknya yang dari Tanjung Pinang, ujar Misno.

“Selanjutnya anak saya itu menurut. Ya udah mbak, kalau memang mau jalan - jalan ayolah,"bilang anakku. Padahal tiga hari itu, dia udah capeknya, terang Misno lagi.

Dijelaskannya, saat itu mereka ada sembilan orang dan sama tulangnya (paman,red) marga Sitanggang. Ada selamat satu, namanya Riko. Orang gak begitu kenal kali pak. Orang baru satu malam nginap di rumah kami. Mereka itu famili dari ponakan kami. Luki itu anak kandungku. Yang satunya perempuan, SMP kelas satu. Satunya lagi laki - laki, imbuhnya.

Misno mengaku pasrah dengan kejadian yang dialami anaknya itu dan menerima kehadiran Menteri Sosial yang menyerahkan bantuan.

Ya musti kita terima, tegasnya pasrah atas akan direalisasikannya uang duka kepada mereka.

Pantauan hetanews.com, Menteri Sosial, Idrus Marham kembali berkunjung ke Kabupaten Simalungun, Senin (9/7/2018), pascatenggelamnya KM Sinar Bangun, dalam rangka memenuhi janjinya untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban.

"Jadi untuk memenuhi janji tersebut, saya kembali hadir ke Simalungun,"katanya dan menegaskan, bahwa kehadirannya tersebut untuk membuktikan, bahwa pemerintah merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga korban. Lalu menjelaskan, bahwa pemerintah mengucurkan lebih kurang Rp 3 milyar kepada keluarga korban KM Sinar Bangun.

"Lebih kurang Rp 3 milyar lebih bantuan yang dikucurkan pemerintah kepada keluarga korban KM Sinar Bangun. Dan santunan tersebut disalurkan melalui BRI,"sebutnya. Bagi korban yang meninggal dunia diberikan santunan sebesar Rp 15 juta dan bagi yang selamat Rp 2,5 juta, jelasnya.