Wed 14 Nov 2018

Terkait Dugaan Penistaan Etnis Simalungun, Ini Alasan Hefriansyah Belum Minta Maaf

Masyarakat etnis Simalungun yang tergabung dari berbagai elemen saat berunjuk rasa atas dugaan penistaan etnis Simalungun yang dilakukan Wali Kota Siantar, Hefriansyah, April 2018 lalu.

Siantar, hetanews.com- Wali Kota Siantar, Hefriansyah, akhirnya menghadiri panggilan Panitia Hak Angket DPRD atas dugaan penistaan etnis Simalungun, di ruang rapat gabungan komisi, Jumat (6/7/2018) lalu.

Hefriansyah menuturkan, dirinya telah meminta maaf pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Hak Angket, atas adanya keteledoran yang mengakibatkan kemarahan elemen etnis Simalungun.

"Ya intinya, dengan kealpaan dan keteledoran itu aku minta maaf, ya kan. Nanti kita cari formulasi, yang apa namanya, yang secara keseluruhan bisa menyejukkan semua pihak. Khususnya saudara-saudara kita yang etnis Simalungun. Oke, sudah dulu ya," tukasnya seraya masuk ke dalam mobil.

Ketua Panitia Hak Angket DPRD, Oberlin Malau yang dikonfirmasi Sabtu (7/7/2018), melalui panggilan telepon belum juga memberikan keterangan secara detail.

Karena, sebut Oberlin, sifat rapat yang digelar Panitia Hak Angket adalah tertutup. Oleh karena itu, dia sedikit enggan membeberkan poin-poin penting dari hasil rapat yang telah digelar.

Baca Juga : Akhirnya Penuhi Panggilan Panitia Hak Angket, Hefriansyah Bilang Begini

Namun anggota Komisi III DPRD ini, membenarkan jika Wali Kota Siantar itu menghanturkan permohonan maafnya. 

"Kami juga menanyakan, kenapa beliau mengapa sampai saat ini belum minta maaf  kepada etnis Simalungun. Kemudian beliau jawab, 'ya saya minta maaf'. Terus kami bilang, kenapa minta maaf disini, harusnya minta maaf langsung kepada masyarakat itu (etnis Simalungun). 'Mau ketemunya, tapi gak ada waktu mau ketemu' katanya. Terus itu salah siapa ? Kami bilang begitu," ungkap Oberlin, menirukan pembicaraan antara Panitia Hak Angket dan Wali Kota Siantar, kemarin. 

Sebelumnya, Oberlin menerangkan, dari pelapor dan terlapor dalam dugaan penistaan etnis Simalungun sudah dimintai keterangan dalam rapat dengar pendapat.

"Yang mengadu sudah diperiksa dan yang diadukan juga sudah diperiksa. Karena kedua belah sudah diperiksa, kami akan ke Kabupaten Karo besok untuk studi banding. Di sana kita minta petunjuk. Apa kedua belah pihak dipertemukan apa tidak, kita lihat nanti. Selasa kita ke Biro Hukum Pemprovsu dan di sana mohon petunjuk juga," ujar Oberlin.

 

 

 

Penulis: gee. Editor: gun.