Tue 17 Jul 2018

Oknum PNS Dinkes Simalungun Digerebek Selingkuh Bersama Pria Beristri

Kedua pasangan selingkuh saat dibawa ke Polrestabes Medan.

 

Siantar, hetanews.com - Perasaan hancur dan kecewa dialami pria inisial ES saat menggerebek istrinya bersama Pria Idaman Lain (PIL) di kamar no 10 Hotel Rio, Jalan Besar Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.

Warga Desa Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun ini menggerebek istrinya Surio Retno Sari (44) berselingkuh dengan pria beristri bernama Aris Sandi Nasution (44) pada 27 Juni 2018 sekira pukul 12.30 WIB.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (5/7/2018), di Cafe 339 Kota Siantar, ES memaparkan kronologi perselingkuhan istrinya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Simalungun yang bertugas di Puskesmas Tapian Dolok bagian HIV/AIDS.

ES mengungkap, ini berawal saat dirinya melihat istrinya bermain WhatsApp (WA) pada malam hari, bahkan hingga dini hari. Dirinya pun langsung menegurnya dan istri beralasan itu WA Grup Puskesmas. 

"Jika saya pulang ke rumah, handphone (HP) istri dalam keadaan tak aktif. Akhirnya saya buat trik seolah-olah tidur di kamar dan melihat istri aktif main HP saat tengah malam. Karena saya tegur, akhirnya kami pisah kamar dan diam-diaman dengan istri," paparnya.

ES menuturkan, pihak keluarga sudah mencoba memediasi jika ada salah agar saling memaafkan. Namun istrinya yang diketahui sedang mengambil perkuliahan D4 Kebidanan di Kampus Medistra Lubuk Pakam itu bersikeras minta pisah, dengan alasan gak tahan dan suami terlalu cemburu. 

"Bahkan istri saya menyatakan sudah Sholat Duha minta petunjuk supaya berpisah dan ini sering dilontarkan pada saya, mertuanya dan pihak keluarga," sebut ES yang mengaku menikah sejak tahun 1994 dan dikarunia 2 orang anak.

Akhirnya ES mendapat informasi istrinya membawa pasien berobat ke RS Adam Malik pada Selasa (26/6/2018) sekira pukul 23.00 WIB. ES bersama anaknya dan keluarga langsung mengikuti mobil yang membawa pasien itu hingga ke RS Adam Malik.

Surat pengaduan ES di Polrestabes Medan.

Selanjutnya, Rabu (27/6/2018) sekira pukul 05.30 WIB, istrinya dijemput mobil merk Terios nomor polisi (nopol) BA 444 NS yang dikendarai Aris Sandi dan dibawa sarapan pagi di sekitar Jalan Mansyur, Kota Medan. Usai sarapan, keduanya berangkat berkeling-keling ke arah Berastagi.

"Mulai dari Medan, saya bersama keluarga dibantu petugas Kepolisian mengikutinya sampai ke Penatapan Betastagi. Di tempat itu, keduanya makan jagung sambil berpelukan. Selesai makan jagung, keduanya kembali ke arah Medan dan kami tetap mengikutinya," sebut ES.

Sekira pukul 12.30 WIB, keduanya masuk ke Hotel Rio dan memesan kamar. Mengetahui hal itu, ES dan polisi bernegosiasi dengan pihak hotel untuk mendapat ijin menggerebek. Saat digerebek di kamar no 10, tampak Aris Sandi buka baju. Sementara Surio Retno juga sudah membuka baju dan bra. 

"Saat dibawa ke Medan, ketika diinterogasi polisi, keduanya mengaku sudah 2 kali melakukan hubungan badan di Hotel Kualanamu dan rencana ketiganya akan dilakukan di Hotel Rio," papar ES.

Keduanya langsung digiring ke Polrestabes Medan dan hari itu juga Erwinsyah membuat laporan pengaduan perzinahan istrinya. ES menyatakan, kedekatan istrinya dengan Aris Sandi saat reunian salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Medan beberapa bulan lalu. Pasalnya diketahui Aris Sandi merupakan cinta pertama istrinya saat duduk di bangku sekolah.

Dengan didampingi kuasa hukumnya, Dahyar Harahap, ES mengatakan, akan melaporkan secara tertulis perbuatan istrinya ke Bupati Simalungun, Dinkes Simalungun, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Simalungun, DPRD Simalungun hingga ke Dinkes Sumut dan Kemenpan RB agar memberhentikan secara tidak hormat dari PNS karena melakukan perzinahan.

"Rencananya Senin (9/7/2018) surat pengaduan itu akan saya disampaikan. Karena tidak pantas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan perbuatan perzinahan dengan status masih mempunyai suami. Bahkan pelakukan perzinahan dengan laki-laki yang sudah berkeluarga. Ini sudah mencoreng nama baik ASN khususnya di Kabupaten Simalungun dan umumnya Indonesia," kata ES mengakhiri.

 

Penulis: tim. Editor: Aan.