Simalungun, hetanews.com- Erwansyah dan Suriantika, masing – masing warga Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, bersemayam di dasar Danau Toba, setelah pemerintah menyatakan menghentikan proses evakuasi terhadap bangkai KM Sinar Bangun dan penumpangnya yang turut karam.

Informasi dihimpun hetanews.com, Rabu (4/7/2017), kedua korban merupakan sepasang kekasih yang tidak akan lama lagi melangsungkan pernikahannya. Tapi malang, Tuhan berkehendak lain.

Sehingga kedua sejoli ini harus bersemayam di dasar Danau Toba.

"Ibu kandung dari Erwansyah masih shok dengan apa yang dialami anaknya. Wajar jika tak berterima. Erwansyah anak pertama mereka dari lima bersaudara. Tapi ayahnya sudah pasrah,"ucap Nasrin.

Erwansyah itu sahabat karibku, ujar Nasrin, melalui ponselnya, Rabu (4/7/2018).

Suriantika itu pacarnya. Mereka sama - sama hilang sata kejadian itu. Sebelum musibah terjadi, keduanya memadu kasih ke Pantai Parbaba di Kabupaten Samosir, beritahunya.

"Selamat jalan sahabatku. Mungkin itulah kehendak alam. Semoga cinta kalian berdua abadi selamanya. Biarlah dasar Danau Toba sebagai tempat pusara. Tapi sebagai seorang sahabat, kan kutabur bunga sebagai pertanda kerinduanku,"ihklasnya.

Seperti diberitakan bahwa tenggelamnya KM Sinar Bangun setelah beberapa waktu meninggalkan pelabuhan Danau Toba Simanindo, Kabupaten Simalungun. Tadinya kapal itu mau menuju pelabuhan Danau Toba Tigaras, Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Senin (18/6/2018), lalu, diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB.