HETANEWS.COM

Pinjaman Belum Cair, Pemkab Simalungun Nekat Gelontorkan Proyek

Proyek yang digelontorkan oleh Dinas PUPR Simalungun yang dikerjakan PT Bukit Zaitun sudah melakukan pemadatan pelebaran jalan. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Walaupun pinjaman modal belum cair, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumaan Rakyat (PUPR) sudah menggelontorkan proyek.

Seperti proyek peningkatan jalan jurusan Simarimbun-Sidamanik-Tiga Urung, di Kecamatan Sidamanik.

Tertera pada plank, proyek itu merupakan peningkatan struktur dan pelebaran dengan hotmix efektif 11.000 m x 5.50 m (11 Km dikali lebar jalan 5.50 meter).

Anggarannya dari dana pinjaman daerah Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran (TA) 2018, dengan nilai kontrak, Rp 30.652.544.086.46,-

Sementara nilai fisik, Rp 27.865.949.169.54 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% atau setara dengan Rp 2.786.594.916.95,-

Dan proyek itu dikerjakan PT Bukit Zaitun tanpa tertera alamat perusahaan maupun nama pimpinan perusahaan, seperti dirahasiakan.

"Anggarannya kegiatan itu tidak ada. Atau belum cair. Makanya sejumlah orang yang diutus Pemkab ada berangkat ke Jakarta kemarin," ungkap sumber.

Menurut sumber yang tidak ingin disebut identitasnya ini, Pemkab Simalungun mengajukan pinjaman daerah yang semula direncanakan sebesar Rp 350 miliar.

Akan tapi tidak berjalan mulus, mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Simalungun tidak pernah tercapai 100 % nya dari target yang sudah ditetapkan.

"Akhir-akhir ini kita ketahui, PT SNI memberikan pinjaman, tapi tidak sebesar yang diajukan. Kabarnya hanya Rp 160 miliar, itu pun belum dicairkan," ucap sumber.

Terkait informasi keberangkatan yang diutus Pemkab Simalungun dalam upaya percepatan pencairan pinjaman daerah Kabupaten Simalungun itu, tidak dibantah Sekretaris Dinas PUPR Simalungun, Udur boru Purba, di ruang kerjanya.

"Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya lah yang berangkat. Mereka adlaha Hotbinson Manik, Muhammad Afrizal, dan Jamahen. Satu lagi pak Nalom, tapi dia tak berangkat," ucapnya, Rabu (4/7/2018).

Dirinya juga meminta agat dikonfirmasi langsung PPK nya, mengapa pinjaman belum cair, namun kegiatannya sudah dilangsungkan.

"Nanti salah informasi saya, bilang alasannya mengapa tidak menanggapi. Mungkin alat-alat kelengkapan itu lah yang dibawa ke Jakarta ke PT SNI. Itunya kepergian mereka, tandasnya lagi. Kalau gak ada data - data pekerjaan proyek, ntah itunya MoU (nota kesepahaman) antara Pemkab Simalungun dengan PT SNI, biar dicairkan pinjaman," kata Udur.

Penulis: zai. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!