Tue 17 Jul 2018

Akhirnya Jaring Pukat Harimau Diangkat dari Kedalaman Danau Toba

Warga menyaksikan pukat harimau yang digunakan mencari korban dan bangkai KM Sinar Bangun.

Simalungun, hetanews.com - Dioperasikan selama 4 hari, akhirnya jaring pukat harimau diangkat dari kedalaman Perairan Danau Toba, Minggu (1/7/2018). 

Informasi dihimpun, jaring pukat harimau ini diangkat karena dianggap sia-sia. Sebab tidak menghasilkan apa-apa dalam melakukan pencarian terhadap para penumpang dan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di Perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018).

Salah seorang yang turut mengoperasikan pukat harimau tersebut, namun tidak mau disebut namanya menuturkan, alat (pukat harimau) itu didatangkan dari Sibolga.

"Pukat itu sumbangan dari relawan, dibawa dari Sibolga dengan menggunakan truk," katanya di atas KMP Sumut I yang berlabuh di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Selama 4 hari mereka menggunakan pukat harimau untuk mencari korban tenggelam KM Sinar Bangun.

KMP Sumut I yang membawa jaring pukat harimau.

Namun tidak menghasilkan apapun, maka diputuskan untuk menghentikan penggunaan pukat itu serta mengangkatnya dari dalam danau.

Dengan menggunakan KMP Sumut I, pukat harimau itu berhasil ditarik dari dalam danau. "Tadi malam diangkat pukat harimau ini," kata pria berbadan kurus tersebut.

Terlihat ratusan warga antusias melihat langsung pukat harimau itu, serta ratusan meter tali tambang raksasa yang dipersiapkan untuk menarik bangkai kapal KM Sinar Bangun dari dasar danau.

Beberapa warga menilai, kalau penggunaan pukat harimau itu untuk mencari korban hal yang sia-sia.

"Mana cocok pukat harimau ini untuk cari korban, ya pasti sia-sialah. Masa tidak dipikirkan dulu matang-matang," sebut salah seorang warga.

 

 

 

Penulis: tim. Editor: Aan.