Simalungun, hetanews.com - Usai mengetahui fakta yang ditunjukkan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE), akhirnya karyawan ini meminta maaf.

Diketahui sebelumnya karyawan ini adalah Legino warga Dusun V Raya Dolok Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Legino yang bekerja di Afdeling G Division 2 sebagai tenaga penderes karet ini resmi meminta maaf kepada PT Bridgestone.

Dengan diketahui dan melalui Bendahara SPSI PT Bridgestone, Musdarwan, akhirnya Legino resmi secara tertulis meminta maaf kepada perusahaan bertempat di ruang SPSI, Jumat (29/6/2018).

Sebelumnya, Legino sempat menuding sistem penggajian PT Bridgestone melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) merugikan karyawan.

Sebab menurut Legino, gaji yang seharusnya diterimanya pada Jumat (8/6/2018) melalui BSM tiba-tiba raib atau tidak masuk.

Merasa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dimilikinya tidak pernah hilang, kemudian Legino mempertanyakan kepada bagian HRD PT Bridgestone dan BSM seperti yang telah diberitakan hetanews.com sebelumnya.

Lokasi PT Bridgestone. (foto/dmnk)

Namun ketika pihak PT Bridgestone memperlihatkan rekaman CCTV di ruang ATM BSM kepada Legino, Jumat (29/6/2018) sontak dirinya syok.

Karena terlihat jelas pada rekaman CCTV, anak Legino bersama teman-temannya yang mengambil atau menarik uangnya tanpa diketahui dan tanpa izinnya.

Legino mengatakan kepada hetanews.com, jika anaknya mengetahui no pin ATM nya saat dirinya membawa belanja di minimarket.

Tanpa disadari, diam-diam anaknya menulis dan menyimpan no pin ATM miliknya di handphone (HP) nya.

Usai mengetahui no pin ATM, lalu diam-diam anak Legiono mengambil sejumlah uang dari rekening ayahnya.

"Saya tidak bisa tidur dan tak selera makan. Benar-benar tidak menyangka kalau ini semua ulah anak saya. Maka dari itu saya meminta maaf kepada PT Bridgestone," ucapnya menyesal, seraya berharap ini tidak terulang lagi.