HETANEWS

Panitia Hak Angket Bekerja, Dugaan Penistaan Etnis Simalungun masih Dicari

Undangan rapat dengar pendapat atas laporan 11 elemen ke DPRD Kota Siantar.

Siantar, hetanews.com - DPRD Kota Siantar melalui Panitia Hak Angket mulai menggelar rapat, terkait dugaan penistaan etnis Simalungun di Kota Siantar.

Rapat Panitia Hak Angket ini mulai digelar sejak kemarin, Kamis (28/6/2018) lalu. 

Informasi yang dihimpun, penjadwalan rapat rapat hak angket ini dimulai kemarin hingga Jumat (29/6/2018).

Rapat dengar pendapat antara DPRD dengan elemen Simalungun ini, digelar di ruang rapat gabungan komisi. Rapat ini digelar tertutup dikarenakan pencarian informasi terkait dugaan penistaan masih dalam proses.

Ada sebanyak 11 elemen yang dimintai keteranganya dalam rapat dengar pendapat ini. Tiga diantaranya, bukan elemen Simalungun. Ketiga organisasi itu ialah Persatuan Remaja Mandailing (Preman), Himpunan Masyarakat Batak Toba (Humatob) dan Majelis Muslim Indonesia (MMI) Kota Siantar.

Kamis kemarin, Partuha Maujana Simalungun (PMS) Kota Siantar, memenuhi panggilan Panitia Angket DPRD untuk memberikan keterangan perihal dugaan penistaan etnis Simalungun.

Pantauan hetanews.com, Jumat (29/6/2018) sore, pukul 16.00 WIB, Panitia Hak Angket masih tetap menunggu kedatangan para elemen yang dijadwalkan hadir memenuhi panggilan. 

Panitia Hak Angket ini, dibentuk lewat sidang paripurna DPRD, pada 25 Mei 2018, lalu, yang diketuai Oberlin Malau, Denni Siahaan dan Asrida Sihotang sebagai Wakil Ketua. 

Setelah memintai keterangan lewat rapat dengar pendapat dari 11 elemen tersebut, selanjutnya Panitia Angket akan memanggil pihak-pihak terlapor yang termasuk di dalamnya Panitia HUT Siantar tahun 2018. 

“Baru setelah itu tentunya (panitia memanggil) terlapor, termasuk (Dinas) Pariwisata dan panitia (perayaan hari) ulang tahun Siantar,” kata Oberlin, belum lama ini.

Penulis: gee. Editor: gun.