Medan, hetanews.com- Penyidik gabungan dari Polda Sumatera Utara dan Polres Samosir serta Ditpolair Polda Sumut, masih mengembangkan penyidikan tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Perairan Danau Toba.

Setelah menetapkan 4 orang tersangka dalam tenggelamnya KM Sinar Bangun, penyidik ternyata juga menetapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahan sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka kepada orang nomor satu di Dinas Perhubungan Samosir ini, dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

"Benar statusnya sudah dinaikkan jadi tersangka dan yang menangani penyidik Ditkrimum Polda Sumut gabungan dengan Polres Samosir dan Ditpolair Polda Sumut,"kata Tatan, Kamis (28/6/2018).

Namun Tatan mengaku belum bisa merinci lebih detil sejak kapan Kadishub Samosir itu ditetapkan sebagai tersangka.

Pertimbangan penyidik menetapkan Kadishub Samosir sebagai tersangka, antara lain karena dia yang berwenang di kawasan tersebut. Sehingga tenggelamnya KM Sinar Bangun dianggap mejadi kelalaian tersangka.

"Pertimbangan tersangka ya karena kewenangan beliau, sistem pengawasan yang tidak baik sehingga ada unsur-unsur yang dikenakan beliau sebagai tersangka," pungkas Tatan.

Baca Juga: KM Sinar Bangun Tenggelam, Pejabat Dishub Dibidik Polda

Dengan penetapan Kadishub Samosir Nurdin Siagian sebagai tersangka, total tersangka tenggelamnya KM Sinar Bangun menjadi 5 orang. Sebelumnya penyidik telah menetapkan empat orang tersangka.

Keempatnya yakni, nakhoda Kapal Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F. Putra, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Sumber: triubunnews.com