Simalungun, hetanews.com-  Lebih dari dua orang paranormal di atas Kapal Motor (KM) Dosroha 05, pada Selasa (26/6/2018), lalu.

Mereka tampak saling unjuk kesaktian terkait titik koordinat bangkai KM Sinar Bangun yang karam ke dasar Danau Toba, setelah beberapa saat meninggalkan Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Sayang, terkait momen yang menyita waktu KM Dosroha 05 hingga satu harian penuh itu, oleh panitia kegiatan tidak memberikan ijin ke sejumlah jurnalis yang turut bersama untuk meliputnya. Dengan alasan, bahwa kegiatan itu dalam rangka membujuk penunggu Danau Toba. Hingga tak patut untuk dipublikasikan.

Sementara, salah satu panitia mengatakan, adanya kegiatan hingga melibatkan sejumlah pemain musik tradisional Batak (Tagading) tersebut, anggarannya dihimpun dari pihak Pemkab Simalungun. Selanjutnya Pemkab, dalam hal itu Bupati Simalungun, JR Saragih, menghunjuk Kepala BPBD mendanainya.

Karena menurut dia, setelah tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban pada hari ke 9 tersebut, belum ada tanda-tanda ditemukannya jasad korban maupun titik koordinat karamnya KM Sinar Bangun.

Sehubungan dengan itu, panitia melobi Bupati Simalungun untuk membantu dana prosesi pencarian bangkai kapal dan para korban.

Pantauan hetanews.com yang turut bersama rombongan, melalui meditasi gaib yang dilakukan paranormal atau biasa disebut datu atau dukun, diharapkan mampu untuk menangani musibah KM Sinar Bangun. Setiap paranormal sebelum dimasuki raganya oleh roh leluhurnya, lebih dulu meminta tagading dimainkan.

Selanjutnya, seolah berkomunikasi dengan alam gaib, paranormal sembari mengunyah daun sirih lengkap isi (pinang, kapur) dan tembakau, memohon agar roh yang memasuki raganya memberikan kemudahan hati, melepaskan bangkai KM Sinar Bangun maupun para korban.

Usai melakukan komunikasi dengan perantaranya, paranormal meminta KM Dosroha 05 agar mengitari Danau Toba. Di mana KM Dosroha 05 berhanyut sebanyak 7 kali putaran. Yang menurut perantara, bahwa jeruk purut/pangir yang telah dilemparnya ke atas air Danau Toba adalah titik koordinat tenggelamnya KM Sinar Bangun bersama ratusan orang penumpangnya. Namun, sampai hari ini, hari ke 11 pencarian bangkai kapal itu tidak juga berhasil.

Padahal, pencarian bangkai KM Sinar Bangun dan para korban tersebut juga melibatkan heli, alat canggih, bahkan menurunkan pukat harimau atau jaring trawl. Peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun tersebut, memang masih misteri.