HETANEWS

Kerajinan Tangan Warga Tanjungbalai Tembus Pasar Mancanegara

Salah satu produk kerajinan tangan warga Kota Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Pemko Tanjungbalai saat ini lagi giat meningkatkan produk kerajinan tangan yang diproduksi oleh warganya.

Pasalnya, kegiatan ekonomi kreatif oleh para pengrajin ini akan saling menunjang dengan pengembangan pariwisata yang kini sedang gencar dilakukan pemerintah daerah setempat.

Sejumlah produk kerajinan yang dihasilkan usaha kecil dan menengah di daerah tersebut  memiliki kualitas bagus hingga mampu menembus pasar mancanegara seperti Malaysia, Singapura dan Jepang.

Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial mengatakan, mayoritas produk kerajinan tersebut buatan tangan dan sifatnya eksklusif serta tidak diproduksi massal, karena memang mengincar pasar menengah ke atas.

"Ini yang masuk kategori industri kreatif dan terus kami dorong melalui dukungan promosi, pelatihan manajemen bisnis modern dan peningkatan standar kualitas," ucapnya secara terpisah kepada hetanews.com, Rabu (37/6/2018).

Oleh sebab itu, Pemko setempat melaunching Galery Kreatif Tanjungbalai Oke (G-KITO) bertempat di Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jalan Imam Bonjol, Selasa (26/6/2018).

Sekretaris Dekranasda Tanjungbalai, Irmalinda Siahaan mengatakan, G-KITO didirikan sebagai salah satu pusat pemasaran kerajinan daerah di Kota Kerang ini.

Pasalnya belakangan ini ada 4 jenis kerajinan Tanjungbalai sudah diminati kalangan masyarakat luar daerah seperti batik jenis katun ukuran 2,30 cm seharga Rp 200.000/potong dan jenis Dolby Rp 250.000/potong.

Staf Ahli Wali Kota saat meresmikan Galery Kreatif Tanjungbalai Oke. (foto/ferry)

Kemudian untuk jenis kerajinan tempurung dan bulu rata -rata seharga Rp 50.000/buah. Sedangkan kerajinan kulit kerang terdiri dari tas, bunga, vas bunga dan cermin berkisar seharga Rp 200.000-800.000/buah.

"Khusus kerajinan kerang Tanjungbalai akhir-akhir ini sudah mampu menembus pasar mancanegara di antaranya Malaysia. Sedangkan 3 jenis kerajinan lainnya baru sebatas pasar domestik (lokal)," ujarnya.

Dirinya berharap, kedepannya pihaknya mencoba melakukan terobosan baru dalam rangka meningkatkan kerajinan daerah yang lebih baik. Sekaligus berharap mampu menembus pangsa pasar yang lebih banyak lagi baik domestik maupun mancanegara.

Sementara itu Staf Ahli Wali Kota Bidang Sumber Daya Manusia, Fitra Hadi mengatakan, gagasan yang dilakukan Dekranasda Tanjungbalai melaunching G-KITO merupakan langkah yang positif  untuk mendongkrak pertumbuhan kerajinan masyarakat.

"Hal ini dilakukan agar para pengrajin ini dapat berkumpul dalam satu wadah di bawah Dekranasda. Ini agar nantinya produk yang dihasilkan dapat dioptimalkan dan mendunia," ucap Fitra Hadi saat mewakili Wali Kota.

Lanjutnya, Pemko Tanjungbalai merespon berdirinya G-KITO yang diharapkan kedepan dapat membantu masyarakat untuk lebih kreatif. 

Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Zainul Arifin, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Arman Fadillah, Kadis Kominfo, Walman Riadi Girsang, Kabag Humas dan Protokol, Nurmalini Marpaung, Kabag Perekonomian Darul Yana Siregar, Kabag Organisasi dan Tata Laksana Hamdani.

Penulis: ferry. Editor: aan.