Tobasa, hetanews.com - Pengangkatan Direktur Rumah Sakit (RS) HKBP Balige juga menuai pertanyaan dari kalangan masyarakat Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang juga jemaat HKBP.

Seperti diketahui, bahwa pengangkatan Direktur RS dilakukan pengurus Yayasan Kesehatan HKBP Balige yang diketuai Trimedya Panjaitan. Dan pelantikan Direktur dilakukan pada tanggal 19 Juni 2018 lalu di Hotel Grand Antaris edan.

Padahal, pengangkatan Direktur itu dinilai tidak sesuai dengan  ketentuan atau mekanisme, sebagaimana  diatur dalam akta pendirian Yayasan Kesehatan HKBP.

Baca Juga: Pengangkatan Direktur RS HKBP Kata Ephorus Tidak Sah, Ini Alasannya

Soal pengangkatan oknum Direktur RS itu juga mendapat protes dari Asmadi Lubis selaku Wakil Ketua DPRD Tobasa.

Asmadi mengaku, sangat menyayangkan pernyatan Trimedya Panjaitan yang mengangkat Direktur RS HKBP Balige, Sabam Simatupang.

Sementara RS HKPB Balige adalah salah satu RS yang sangat bagus.

Menurutnya, Trimedya harus konsekuen terkait aturan yang sudah ditentukan oleh HKBP. "Jangan-jangan pengangkatan Direktur tersebut hanya kepentingan politik dalam menjelang pemilihan umum nantinya," katanya menaruh curiga.

Apabila pernyatan Ephorus HKPB itu benar, Asmadi Lubis meminta Trimedya Panjaitan agar jangan mementingkan politik.

"Jangan sampai terjadi perpecahan HKBP seperti pada tahun 1997-1998 lalu. Hanya gara-gara mementingkan politik," ucap Asmadi di Balige, Rabu (26/6/2018).